Sucikan Hati

Prof Dr Darussalam Syamsuddin. MAg

Tinggal menghitung hari kita akan memasuki bulan Ramadan 1438 H. Rasulullah SAW tidak hanya menganjurkan kita untuk mengisi Ramadan dengan ibadah ritual seperti puasa, membaca Alquran, zikir, dan salat-salat sunat. Melainkan nabi juga mengajarkan bahwa Ramadan adalah bulan pengkhidmatan dan kasih sayang terhadap seluruh makhluk dan alam semesta. Rasulullah menganjurkan untuk menebar kasih sayang dan menyambung silaturrahim sehingga Allah akan mencurahkan kasih sayang kepada siapa saja yang mengasihi makhluk-Nya.

Keutamaan yang diperoleh bagi mereka yang melakukan ibadah Ramadan di antaranya: tidurnya akan dinilai sebagai ibadah, napasnya adalah tasbih dan doa-doanya terkabul. Seperti itu yang sering kita dengar dari ceramah para mubalig, tentu yang memperoleh keutamaan ini adalah mereka yang melakukan ibadah puasa tidak hanya menahan makan, minum dan seks saja, mulai dari terbit  fajar sampai terbenamnya matahari. Melainkan menjaga lisannya dari perkataan sia-sia, memelihara pendengarannya dari sesuatu yang tidak bermanfaat, mengendalikan pikiran dan hatinya dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Misalnya sifat iri dan dengki atau tidak pernah merasa puas yang dibuktikan dengan keengganan bersyukur terhadap nikmat Tuhan yang telah diterimanya.

Pesan nabi bahwa: Ada tiga kesalahan yang dilakukan seseorang balasannya langsung diperlihatkan di dunia, tidak menunggu akhirat untuk membalasnya. Yakni: durhaka kepada kedua orang tua, berbuat zalim terhadap sesama dan tidak berterima kasih kepada kebaikan orang lain.

Bagi mereka yang ke dua orangtuanya masih hidup, atau salah satu dari ke duanya senantiasa berbuat baik kepadanya, berbakti dan tidak membuatnya berduka. Sebelum anda kehilangan kesempatan untuk berbuat baik dalam kehidupan mereka. Apabila keduanya telah meninggal atau salah satu dari keduanya, maka doakan mereka semoga Allah mengampuni dan memberi rakhmat-Nya. Kalau anda tidak melakukan hal ini, itu berarti anda mengundang azab Tuhan datang dalam kehidupan anda.

Kalau dalam kehidupan ini anda pernah berbuat zalim terhadap orang lain, mengambil hak orang dengan cara yang tidak benar, menjatuhkan kehormatan seseorang, menyakiti badan atau perasaan teman sejawat, tetangga, atasan atau bawahan anda. Segera kembalikan hak orang yang anda rampas, pulihkan kehormatan orang yang anda jatuhkan, mohon maaf atas kekeliruan yang anda telah perbuat. Jika tidak demikian, itu berarti anda mengundang azab Allah datang dalam kehidupan anda.

Apabila anda lalai berterima kasih terhadap kebaikan orang lain, betapa banyak orang yang telah berbuat baik kepada anda. Ada orang tua yang telah membesarkan dan mendidik kita, ada guru yang telah mengajari, ada teman karib kerabat dan tetangga yang telah memberi nasihat, ada atasan yang telah menuntun, ada bawahan yang senantiasa mendukung, ada istri yang telah meladeni, ada suami yang telah memenuhi kebutuhan hidup kita, berterima kasihlah kepada semuanya. Kalau anda tidak melakukannya berarti anda telah mengundang azab Tuhan datang dalam kehidupan anda.

Alquran memberi harapan dan petunjuk: “Katakan wahai hamba-hamba Allah yang telah melampaui batas terhadap dirinya sendiri. Jangan kamu berputus asa terhadap rakhmat Allah, sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosamu seluruhnya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Kalau pun kesalahan yang telah kita lakukan dalam hidup ini tidak lagi terhitung karena banyaknya bahkan memenuhi langit dan bumi, ampunan dan kasih sayang Allah lebih luas dari padanya. Allah dengan setia menanti kita untuk kembali kepada-Nya dengan permohonan ampun dan tobat kepada-Nya, karena rakhmat dan kasih sayang Allah tak terbatas. Berbahagialah mereka yang senantiasa menyucikan hati dan mengikhlaskan amal, karena Allah Maha Pengasih tak pilih kasih. (*)