RABU , 12 DESEMBER 2018

Sudah 10 Tahun, Pembangunan PPI Polejiwa Masih Terbengkalai

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Lukman

Minggu , 03 September 2017 11:50
Sudah 10 Tahun, Pembangunan PPI Polejiwa Masih Terbengkalai

Tampak Dermaga PPI Polejiwa Desa Tellumpanua Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru yang di duga tidak berfungsi setelah selesai dibangun.

BARRU, RAKYATSULSEL.COM – Pembangunan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Polejiwa Desa Tellumpanua Kecamatan Tanete Rilau sejak dibangun hingga sekarang ini diduga hanya sebatas dermaga biasa yang tidak berfungsi sesuai peruntukannya.

Padahal miliaran rupiah dana APBN dan APBD telah digelontorkan guna mendanai pembangunan PPI tersebut.‎Bengkalai PPI membuat dugaan terjadi kesalahan perencanaan sejak di bangun pada tahun 2004 hingga tahun 2010 lalu.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, Ir Mursalim Abdullah ditemui (2/9) lalu tidak menampik hal itu. “Ketika PPI dibangun saya pindah ke Bawasda dan sudah ada upaya Pemkab Barru yang dilakukan untuk pembenahan dan perbaikan beberapa tahun lalu,” ungkapnya.

Bahkan menurut Mursalim, malah pernah salah satu investor di bidang pembuatan kapal fiber, pernah berminat mengelola dermaga PPI Polejiwa.

“Yang jelas berdasarkan UU No 23 tentang otonomi daerah, PPI Polejiwa bukan kewenangan kami Dinas Perikanan Kabupaten Barru melainkan kewenangan Dinas Perikanan Provinsi Sulsel, apalagi semua yang terkait dengan pembangunan PPI Polejiwa sudah pensiun,” terangnya.

Kendati demikian, pembangunan PPI di Polejiwa pernah disoal warga komunitas masyarakat ‎nelayan Sumpang Binangae Keluruhan Sumpang Kecamatan Barru. Mereka menyuarakan agar PPI di bangun di perairan Sumpang dengan pertimbangan Tempat Pelelangan Ikan berada Sumpang Binangae.

Sementara itu,‎ Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Barru, Fariadi Abujahja secara terpisah menanggapi pembangunan dan bengkalai PPI Polejiwa.

“Pembangunan PPI Polejiwa itu sudah benar, sebab konsep yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Barru kala itu adalah konsep kawasan pembangunan terpadu,” kata Fariadi.

Menurutnya, dermaga PPI di Polejiwa outputnya kan nantinya menjadi pusat pendaratan ikan seluruh Kabupaten Barru dipusatkan disana, dengan pertimbangan bahwa berdekatan dengan Kabupaten Soppeng, yang tidak punya laut.

“Sehingga guna mendukung itu dilakukan juga pembangunan pasar Pekkae dan terminal Pekkae yang diharapkan bersinergi dalam kawasan itu dengan PPI Polejiwa,‎ arah kebijakan daerah Kabupaten Barru kala itu seperti itu,” jelas Fariadi yang juga mantan Penanggung Jawab Terminal Pekkae, dan Sekertaris Dinas Perikanan Barru ini.

“Memang sudah perlu dilakukan kajian terkait PPI Polejiwa sebab hal itu sangat berpotensi untuk kemajuan masyarakat dan daerah,” tutup Fariadi. (Andi Amril)


Tag
  • PPI Polejiwa
  •  
    div>