KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Sudah Ada Tersangka, Polisi – Jaksa Sidrap Kompak Endapkan Kasus

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 15 September 2015 21:18

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – ‎Tim penasehat hukum warga desa Bila Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap mengeluhkan kinerja Polres Sidrap dan Kejaksaan Negeri Sidrap yang telah mengendapkan kasus dugaan tidak mengindahkan putusan selama tigga tahun lamanya tanpa ada kepastian hukum.

Sejak kasus ini bergulir pada tahun 2012 dan telah menetapkan empat orang tersangka masing-masing Imunru, Latommeng, Empeng dan Mansyur. Kasus ini tak kunjung ada perkembangan lagi alias mentok di status P19 hingga saat ini.

Muh. Shyafril Hamzah Ketua Tim Penasehat Hukum warga, Bungawati selaku korban mengakui sangat menyayangkan ulah penyidik yang hingga saat ini tidak memperlihatkan kinerja yang profesional dalam penanganan sebuah kasus apalagi kasus yang menimpa seorang warga kecil, Bungawati.

“Inilah aneh, kasusnya sudah tiga tahun ditangani tidak ada kepastian hukum, sementara menurut saya semua bukti sudah cukup sehingga sudah ditetapkan 4 tersangka ‎dalam kasus ini,”tegas Shyafril yang didampingi anggota tim penasehat hukum lainnya, Andi Mappatoto dan Adillah Dinasty Shyafril dalam konferensi persnya disebuah cafe di jalan Boulevard Panakukang Makassar, Selasa (15/9/15).

Shyafril mengungkapkan kasus bermula disaat keempat tersangka masing-masing Imunru, Latommeng, Empeng dan Mansyur memaksa korban meninggalkan lahan sawah yang telah lama dikuasai korban, Bungawati dengan menggunakan senjata tajam. Karena ketakutan dan merasa terancam korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sidrap dengan LPB/483/X/2013/SPKT/Res Sidrap tanggal 28 oktober 2013 dengan dugaan tidak mengindahkan putusan pengadilan.

“Korban (Bungawati) menguasai lahan dengan diperkuat putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) bernomor Reg 82 K/ Pdt/1996. Keputusan itu berstatus incrath alias berkekuatan hukum tetap dan telah dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Sidrap. Namun tahun 2013 keempat pelaku ‎masing-masing Imunru, Latommeng, Empeng dan Mansyur ‎memaksa korban meninggalkan lahan dengan mengancam menggunakan sejumlah senjata tajam (sajam) sehingga korban terancam dan akhirnya melaporkan kejadian ke Polres sidrap, “ungkap Shyafril.

Berjalan proses penyelidikan hingga penyidikan, Penyidik Polres Sidrap kemudian menetapkan empat pelaku ‎masing-masing Imunru, Latommeng, Empeng dan Mansyur ‎menjadi tersangka.

Namun hingga saat ini selang 3 tahun perjalanan kasus tak ada perkembangan alias kasus dinyatakan bolak-balik alias P19. “Seharusnya kan kasus ini sudah rampung. Tapi kenyataannya tidak ada perkembangan alias P19 terus. Kita harapkan Kapolda Sulselbar maupun Kejati sulselbar melakukan evaluasi terhadap kinerja bawahannya dalam hal ini Polres Sidrap maupun kejari sidrap yang seakan-akan sengaja mengendapkan kasus ini hingga memakan waktu selama 3 tahun lamanya tanpa kejelasan, “harap Shyafril.

Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Siregar dikonfirmasi via telepon mengakui belum mengetahui kasus tersebut. Ia menegaskan jika pihaknya akan segera menyelesaikan kasus itu hingga tuntas tidak diendapkan. “Saya baru disini, saya cek dulu yah. Saya pastikan tidak ada kasus mengendap semuanya semaksimal mungkin kami tuntaskan, “singkatnya.

Kabid humas polda sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan permasalahan ini akan disampaikan ke Kapolda baru nanti sabtu saat tiba di Makassar karena seharusnya kasus ini sudah gelar. “Tidak dibenarkan begini masa kasus ditangani sampai 3 tahun, kapolda tentu akan melakukan evaluasi terhadap penyidik yang mencoba coba bermain dalam penanganan kasus apalagi berkaitan dengan masyarakat kecil.


div>