SELASA , 16 OKTOBER 2018

Sudah Diresmikan Jokowi Tapi Nelayan Enggan Marapat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 24 Desember 2016 12:38
Sudah Diresmikan Jokowi Tapi Nelayan Enggan Marapat

int

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia tidak memenuhi harapan Presiden RI, Joko Widodo, saat diresmikan Oktober lalu. Pelabuhan ini masih sepi.

Para nelayan belum tertarik untuk sandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia. Alasannya, daya listrik belum memadai, stasiun pengisian bahan bakar nelayan(SPBN) belum ada.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Sulsel, HAB Mappaewa, mengatakan, untuk membangunan Cold Storage, dibutuhkan daya listrik yang besar.

Jika infrastruktur listrik tersedia, kata dia, tidak sulit untuk membujuk investor agar mau membangun unit pengolahan ikan.

“Cold storage butuh daya yang besar,” ujar Mappaewa, Jumat (23/12/2016).

Selain itu, kapal-kapal nelayan juga membutuhkan es dan bahan bakar untuk melaut. Untuk standar pelabuhan skala besar kata dia, PPN Untia juga harus disiapkan toko-toko peralatan alat tangkap dan kebutuhan ransum kapal nelayan.

Saat ini, kata dia, sudah ada lima perusahaan yang berminat melakukan investasi. “Jika cold storage sudah beroperasi, barulah dilakukan relokasi nelayan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengatakan, pemerintah telah memberikan kemudahan kepada nelayan, agar bongkar muat tidak dikenakan retribusi.

Langkah ini, kata Susi, agar transaksi jual beli bagi perusahaan ikan dan kapal nelayan di PPN Untia, bisa berjalan lancar sebelum ada pengelola pelabuhan yang definitif.

“Kemudahan ini diberikan agar nelayan mau masuk ke PPN Untia,” kata Susi. (fo/rso)


div>