RABU , 19 DESEMBER 2018

Sudah Tujuh Kali, Pemkab Selayar kembali Wacanakan Takabonerate 2018

Reporter:

dedi

Editor:

Sabtu , 10 Desember 2016 17:55
Sudah Tujuh Kali, Pemkab Selayar kembali Wacanakan Takabonerate 2018

Pulau Tinabo, salah satu pulau dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate.

SELAYAR, RAKYATSULSEL.COM – Setelah menyelenggarakan Takabonerate Island Expedition selama tujuh tahun berturut-turut, Pemkab Kepulauan Selayar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mewacanakan Sail Takabonerate 2018.

Rencana itu sendiri mengemuka pada Focus Group Discussion (FGD ) yang diselenggarakan di Kepulauan Selayar sebagai rangkaian Festival Takabonerate 2016 yang sebelumnya bernama Takabonerate Island Expedition ( TIE ).

“Pasca FGD tersebut, kami makin bersemangat untuk menindaklanjuti ide Sail Takabonerate 2018,” ungkap Kadhafi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Selayar, Kadhafi, Sabtu (10/12).

Menurutnya, kekayaan potensi wisata Kepulauan Selayar ditambah pengalaman menyelenggarakan Takabonerate Island Expedition di tahun 2016 lalu bertema Festival Takabonerate, sudah cukup menjadi modal untuk menyelenggarakan Sail Takabonerate 2018 mendatang.

Beberapa event internasional, kata dia, telah digelar di Kepulauan Selayar sejauh ini seperti Lomba Foto Internasional pada tahun 2015 dan 2016, Festival Pesona Takabonerate Island Expedition selama tujuh tahun berturut-turut, menjadi titik singgah peserta Yacht Rally Sail Indonesia dan beberapa kegiatan lainnya.

[NEXT-RASUL]

Adapun penyelenggaraan kegiatan serupa seperti Sail Selat Karimata di Kayong Utara, Kalimantan Barat, merupakan gelaran multi event dengan melibatkan banyak partisipan, varian acara dan promosi besar-besaran sakala Internasional.

“Selayar memungkinan menggelar event Sail Takabonerate dengan catatan dipersiapkan jauh-jauh hari dengan menggandeng semua pihak, baik provinsi, pemerintah pusat dan stakeholder pariwisata lainnya,” ucap Farid Said, pengamat dan praktisi pariwisata yang juga menjadi peserta FGD beberapa waktu lalu itu.

Dipilihnya tahun 2018 sebagai waktu penyelenggaraan acara karena kegiatan besar seperti ini membutuhkan persiapan yang matang dan pembiayaan yang relatif besar,” hitungannya miliran rupiah sehingga butuh sharing dengan pemerintah provinsi dan juga kementrian pariwisata,” lanjut Kadhafi.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel, Devo Kadhafi, memberi dukungan terhadap kegiatan tersebut dengan beberapa catatan,”syaratnya harus dikelola secara profesional, SDM yang bisa menghandle kagiatan tersebut harus tersedia dengan kapasitas yang dapat diandalkan,” ucapnya.

Kawasan Taman Nasional Takabonerate sendiri merupakan ikon pariwisata Bumi Tanadoang, julukan Kepulauan Selayar. Lokasi tersebut merupakan taman laut yang memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maldives. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 kilometer persegi.

Destinasi wisatan lain yang kerap menjadi pilihan wisatawan adalah Pantai Pinang, Pantai Bonetappalang, Pantai Baloiya dan Pantai Liang Kareta. Obyek wisata sejarah seperti Gong Nekara, Jangkar Raksasa dan Kampung Tua Bitombang adalah destinasi pelengkap saat wisatawan mengunjungi Kepulauan Selayar.


div>