MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Sudahlah…Saatnya Menatap SEA Games 2017

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 18 Desember 2016 12:05
Sudahlah…Saatnya Menatap SEA Games 2017

Boaz Solossa (kiri), Kapten Timnas Indonesia, saat acara penyerahan medali juara kedua Piala AFF 2016 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand (17/12). foto: jpnn

BANGKOK – Tidak perlu berlama-lama meratapi kekalahan di final Piala AFF 2016 tadi malam (17/12) harus segera dilupakan. Saatnya Indonesia segera menatap event besar berikutnya: SEA Games 2017.

Kabar baiknya, skuad Piala AFF 2016 mewariskan delapan nama yang bisa menjadi pilar Garuda Muda, julukan Tim Nasional (Timnas) U-22, di ajang dua tahunan tersebut. Mereka adalah pemain yang masih berusia di bawah 22 tahun.

Setelah menerapkan aturan U-23 untuk cabang olahraga sepak bola sejak SEA Games 2001 sampai 2015, mulai SEA Games 2017, pemain yang bisa tampil di cabor terpopuler tersebut adalah U-22.

Kecuali Ricky Fajrin, tujuh di antara delapan pemain itu adalah penggawa timnas U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013. Empat di antaranya masuk skuad 23 pemain ke Piala AFF 2016.

Empat lainnya masuk barisan awal 40 pemain yang didaftarkan ke AFF untuk turnamen tahun ini. Tiga di antara empat pemain yang masuk tim Piala AFF 2016 mendapat kesempatan bermain di pentas senior tersebut.

Iwan Budianto, wakil ketua umum PSSI yang membidangi timnas, mengungkapkan bahwa PSSI akan memadukan mereka dengan bakat-bakat muda lainnya.

”Toh, hemat kami, masih banyak pemain muda hebat yang tersebar di sejumlah klub,” kata Iwan.

Bahkan, untuk memaksimalkan performa timnas di SEA Games dan ajang internasional lain, menurut Iwan, PSSI berencana mengaktifkan lagi Badan Tim Nasional (BTN) yang sempat dibubarkan pada Kongres Tahunan PSSI 2015. Setelah pembubaran BTN tersebut, program timnas diambil alih Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI.

[NEXT-RASUL]

Tapi, untuk periode kepemimpinan PSSI di bawah kendali Edy Rahmayadi, Sekjen tidak akan lagi diberi kewenangan itu.

”Kami akan memfungsikan Sekjen untuk mengurusi pembenahan sistem keorganisasian,” ujar Iwan.

”Karena kami melihat masih banyak organisasi di daerah yang belum tertata dengan baik,” lanjutnya.

Di sisi lain, di antara semua pemain yang masih bisa berlaga di SEA Games tersebut, pelatih kiper timnas Gatot Prasetyo merekomendasikan Teja Paku Alam sebagai kiper timnas di SEA Games mendatang.

Kiper Sriwijaya FC Palembang itu adalah penjaga gawang ketiga di skuad Merah Putih saat ini setelah Kurnia Meiga dan Andritany Ardhiyasa. Kurnia maupun Andritany sudah berusia di atas 23 tahun.

”Teja adalah satu-satunya kiper muda Indonesia yang memiliki kualitas bagus. Dia layak menjadi kiper utama di SEA Games nanti,” tegas Gatot.

Meski di timnas Piala AFF 2016 tidak mendapat jatah bermain, lanjut Gatot, penampilan Teja di klub sangat bagus. ”Jadi, tidak salah kalau dia harus mendapat peran itu,” tuturnya.

Teja mengaku, siap bila kelak memang diberi tugas tersebut. ”Kalau untuk timnas, saya siap kapan pun kalau dipanggil,” tegasnya.

[NEXT-RASUL]

Teja juga tidak mempermasalahkan jatah bermain yang tidak pernah dia dapatkan selama Piala AFF berlangsung. ”Saya dipanggil ke timnas saja sudah cukup kok,” ucapnya.

Hanya, Teja sudah memasuki usia 23 tahun pada Maret 2017 atau sudah melewati batas usia maksimal pemain yang bisa berlaga di SEA Games nanti.

Meski begitu, Teja masih berpeluang mengisi slot tersebut lewat tambahan tiga pemain senior yang bisa ikut dalam skuad SEA Games itu.

Tantangan di SEA Games kelak tentu bakal sama berat dengan di Piala AFF 2016. Sebab, beberapa negara lain, misalnya Myanmar dan Thailand, juga sudah memasukkan sebagian penggawa muda yang bisa bermain di SEA Games nanti dalam skuad Piala AFF 2016 ini.

SEA Games 2017 akan bergulir pada 19 Agustus sampai 31 Agustus di Kuala Lumpur, Malaysia. Tugas terdekat PSSI ialah menentukan pelatih tim yang akan diterjunkan di ajang tersebut. Juga tentu pelatih untuk timnas senior pengganti Alfred Riedl. (jpnn)

 


div>