Kamis, 24 Agustus 2017

Suhu 50 Derajat, Jemaah Haji Wajib Waspadai Kulit Rusak

Jumat , 04 Agustus 2017 11:51
Penulis :
Editor   : doelbeckz
Ibadah Haji. Ilustrasi. foto: net
Ibadah Haji. Ilustrasi. foto: net

JAKARTA – Paparan sinar matahari dan suhu panas 50 derajat di Arab Saudi siap menyambut para Calon Jemaah Haji (CJH) dari seluruh dunia. Para CJH asal Indonesia diminta bukan hanya mewaspadai penyakit menular dan tak menular, tetapi juga kesehatan kulit.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Angkatan Darah (RSAD) Denpasar, Bali, Laksmi Duarsa menjelaskan kulit yang terkena paparan sinar yang terik dan panas tidak bisa secara langsung beradaptasi. Apalagi di tanah suci, jika kekurangan cairan maka kulit akan dehidrasi.

“Kulit yang terkena panas bisa mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dan kulit akan tampak kering dan bersisik,” kata Laksmi, Jumat (4/8).

Apabila kulit mengalami dehidrasi yang lama, maka kulit akan menjadi keriput. Bahkan ekstremnya, kata Laksmi, kulit kadang sampai pecah-pecah serta berdarah.

“Ini bisa terjadi pada orang dewasa atau orang tua,” jelasnya.

Karena itu para jamaah harus cukup cairan dan banyak minum. Jika idealnya minum minimal 8 gelas sehari atau 2 liter, maka saat menunaikan ibadah haji bisa ditambah frekuensinya.

“Air minum minimal 2 liter sehari bila dehidrasi bisa tambah minumnya. Hal ini bisa dilihat juga pada air kencing yang keruh agak kuning kecokelatan berarti kurang cairan atau minum maka perlu menambah konsumsi minumannya,” papar Laksmi. (jpg)