SENIN , 17 DESEMBER 2018

Sukseskan UNBK, Siswa Diminta Bawa Laptop

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Selasa , 20 Februari 2018 13:45
Sukseskan UNBK, Siswa Diminta Bawa Laptop

Kadisdik Sulsel, Irman Yasin Limpo (None) tinjau kesiapan pelaksanaan UNBK SMA sederajat belum lama ini. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebagai solusi minimalisir kekurangan fasilitas pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018, Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel menginstruksikan guru agar mewajibkan setiap siswa membawa laptop bagi yang memiliki.
Persiapan untuk menghadapi UNBK ini mulai dipersiapkan bagi tingkat SMA/SMK yang nantinya akan dilaksanakan di seluruh sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menjelaskan pihaknya baru saja merampungkan simulasi UNBK di SMA/SMK sederajat di kabupaten/kota.
“Kami berharap pengertian peserta UNBK. Bagi yang punya laptop bisa digunakan. Sementara yang tidak, dibantu dengan menggunakan komputer,” ungkap None, Senin (19/2) kemarin.

Alasannya, kondisi sekolah juga terbatas karena hanya bisa menyiapkan hingga 25 unit komputer. Jadi, kalau hanya mengandalkan komputer, sementara siswa yang mengikuti ujian sekitar 100 orang, maka butuh empat sesi ujian agar semua siswa bisa ikut UNBK. Namun, jika siswa membantu dengan membawa laptop, proses UNBK bisa cepat selesai.

“Tentu saja, tidak semua siswa mampu menyiapkannya. Bagi siswa dari kalangan yang tidak mampu, cukup berat untuk memiliki laptop, jadi yang mampu saja,” kata Irman.

Khusus untuk daerah remote area seperti dari pulau terluar dan perbatasan, pihaknya akan mengikutsertakan siswa di sekolah terdekat yang menyelenggarakan UNBK. “Kalau perlu kami akan menyiapkan kapal perang untuk mengangkut siswa dari wilayah remote area untuk ikut ujian,” jelasnya.

Lebih jauh dikemukakan, pihaknya juga telah menggelar rapat dengan instansi terkait seperti LPMP, Kemenag, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Telkom, Telkomsel, PLN, Polda, Angkasa Pura, Lantamal dan Polairud dalam rangka mempersiapkan UNBK.

Sebelumnya, None menjelaskan, pihaknya sudah mendata sekolah-sekolah yang tidak bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Alasannya, karena sekolah tersebut tidak punya sarana listrik maupun internet. Khususnya di sekolah-sekolah yang berada wilayah terluar Sulsel.

Sekolah dengan jumlah siswa dibawah 20 orang, sesuai aturan, tidak bisa menyelenggarakan UN berbasis komputer. Para siswa tersebut akan diarahkan untuk mengikuti UNBK di sekolah-sekolah yang ditunjuk.

Saat ini, sudah ada 15 sekolah remote area yang tak mampu menggelar UNBK. Sekolah itu harus difasilitasi melaksanakan ujian di sekolah terdekat yang memiliki fasilitasi untuk menggelar UNBK. (*)


div>