SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Sulsel Minta Pembuatan Soal UN Harus Standar Kompetensi

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 21 Desember 2016 21:41
Sulsel Minta Pembuatan Soal UN Harus Standar Kompetensi

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Moratorium Ujian Nasional (UN) yang diajukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, di tolak oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Olehnya itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, berharap pembuatan soal harus sesuai dengan standar kurikulum masing-masing sekolah.Menurutnya, selama ini soal UN dinilai tidak sesuai dengan kompetensi sekolah yang ada.

“Saya berharap pembuatan soal itu harus melihat semua standar-standar kompetensi sekolah yang ada. contoh, daerah yang tidak ada mall, jangan beri contoh soal terkait mall. Karena anak-anak akan bingung mengisi,”ungkapnya saat ditemui di kantornya, Rabu (21/12).

None sapaan akrab Irman Yasin Limpo mengatakan, pembatalan moratorium UN ditolak karena mungkin banyak pertimbangan. Utamanya kesipaan pelaksananya, sehingga UN tetap dilanjutkan.

Pelaksaan UN nantinya, lanjut None, harus di waspadai efektivitas pelaksanaannya, seperti ketepatan soal yang datang ke setiap daerah.

“Mudah-mudahan soal yang dibuat di nasional itu sesuai dengan standar pembelajaran selama ini di daerah. Terutama di daerah terpencil,” ucapnya

Terkait persiapan pelaksanaan UN, None mengakui, hal tersebut bukanlah hal yang susah karena hal tersebut sudah terbiasa karena pekerjaan itu sebelumnya sudah dilakukan tiap tahunnya.

“Yang jelas, sekolah sudah lakukan tiap tahunnya. Tetapi saya berharap dalam distribusi soal harus dipercepat, karena di Sulsel masih banyak sekolah terpencil,” ungkap None ini.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, yang menjadi tugas penting pemerintah Provinsi adalah bagaimana meningkatkan belajar mengajar setiap sekolah agar kualitas dari siswa menjadi meningkat.

“Tidak ada yang harus mengejutkan mau ditolak atau diterima. Di daerah kita tetap berjalan, yang penting pendidikan harus jalan. Jangan bikin gamang lagi. Sekarang pikiran kita bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita,” katanya.

Menurutnya, pendalaman kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa kualitas belajar mengajar harus lebih di kedepankan diluar apakah UN harus dilakukan atau tidak. “Mau ujian atau tidak ujian bukan soal bagi saya di Sulsel,” tuturnya.


div>