JUMAT , 19 JANUARI 2018

Sulsel Provinsi Pertama Ekspor Gurita Beku

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 11 Mei 2017 22:27
Sulsel Provinsi Pertama Ekspor Gurita Beku

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor perdana 30 ton gurita beku yang diprakarsai PT Perikanan Nusantara (Persero) bekerja sama dengan Ajirushi co. ltd ke Jepang. Pelepasan ekspor dilakukan di PT Perikanan Nusantara, Jln Sabutung, Kamis (11/05/2017).

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Sulsel memiliki sasaran dan fokus pada pangan laut. Sehingga kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan potensi itu sangat dibutuhkan.

“Seminggu yang lalu, saya telah berbicara dengan Presiden Joko Widodo tentang PT Perikanan Nusantara (Perinus). Kalau bisa kerja-kerjanya fokus di Indonesia Bagian Timur karena potensi kelautan di sini sangat besar, ” ungkap Syahrul.

Dia melanjutkan, permintaan terhadap produk gurita tidak terbatas. Terutama dari Jepang dan negara-negara Eropa seperti Italia. “Alam Sulsel di laut siap, petani pun siap. Apalagi kita punya sumbernya dan Jepang mau membeli. Kalau begitu Sulsel butuh kapal induk perikanan yang lebih besar,” Harap SYL.

Disebutkan bahwa target pendapatan dari perikanan dan kelautan di tahun 2017 sebesar Rp11 triliun. Sementara untuk target pengiriman gurita beku sebanyak 1000 ton ke Jepang.
Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Persero) Dendi Anggi Gumilang,  mengungkapkan berharap nelayan bisa meningkatkan produktifitasnya agar kapasitas ekspor bisa lebih meningkat lagi tahun-tahun mendatang.

Dia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan alat produksi yang mengolah gurita segar menjadi produk siap konsumsi. Dendi juga mengutarakan niat pemerintah Tokyo, Jepang bisa memiliki sister city di Sulsel di bidang perikanan.

[NEXT-RASUL]
Direktur Utama PT. Ajirushi, Katsuhisa Koinuma menyambut baik kerjasama yang ada.
“Sumber daya laut Sulsel luar biasa, sangat kaya. Masyarakat nelayan juga luar biasa banyak. Laut Sulsel terbaik dan terkaya di dunia,” sebut Katshuhisa.

Katshuhisa menambahkan, pihaknya akan memberikan pendidikan dan bimbingan pada nelayan terkait pengelelolaan gurita dari penangkapan hingga sampai ke pabrik. “Saya melihat yang perlu diperbaiki ada pada manajemen penangkapan dan pengelolaan. Serta perlu dukungan dari pemerintah,” ujar Katshuhisa.

Ekspor perdana Gurita Jepang ke Jepang 30 ton ini merupakan bagian dari target 1000 ton ke Jepang di tahun 2017.

Komisaris Utama PT. Perikanan Nusantara, Zulfikar Mochtar menyebutkan, stok ikan untuk Indonesia di tahun 2011 sebanyak 6,5 juta ton, 2013 sebanyak 7,3 ton dan tahun 2015 sebanyak 9,9 juta ton. Lonjakan terjadi di tahun 2016 dan 2017 yang datanya akan rilis minggu depan.

“Kita bersyukur karena Gubernur, Pak Syahrul membuka ruang untuk bisa berinovasi sehingga menjadi titik awal perikanan kita bergerak ke depan dan diawali dari gurita,” sebut Zulfikar Mochtar.

Apa yang dilakukan Syahrul oleh Dirjen PSDKP/KKP Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Nilanto Perbowo dinilai sebagai tindakan terbaik. “Bapak Syahrul ini merupakan gubernur terbaik dan terfavorit di Indonesia. Kami bangga dengan hadirnya di hari libur, yang seharusnya libur bersama keluarga tetapi tetap libur,” Kata Nilanto.

Nilanto melanjutkan, Jepang merupakan titik pertama Indonesia belajar perikanan. Mulai dari menangkap hingga pengemasan, sambutan Jepang demikian besar. Laut Indonesia adalah laut paling sehat di dunia. Dan Sulsel betul bisa memberikan manfaat. “Makanya kami mendorong kerja sama ini, agar ikan punya nilai tambah yang baik,” pungkasnya. (*)


div>