KAMIS , 18 JANUARI 2018

Sulsel Sepi Suporter

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 10 September 2012 10:19
Sulsel Sepi Suporter

Tim Sulsel nyaris tanpa dukungan suporter pada PON XVIII 2012 Riau. Salah satunya saat tim Bulutangkis Sulsel bertanding di Gelanggang Remaja, Pekanbaru.

Laporan Langsung  Azis Kuba Di Pekanbaru

Tim Sulsel nyaris tanpa dukungan suporter pada PON XVIII 2012 Riau. Salah satunya saat tim Bulutangkis Sulsel bertanding di Gelanggang Remaja, Pekanbaru.

RAKYAT SULSEL . Nyanyian yel-yel suporter menyemangati pertandingan atlet bulutangkis putra Sulawesi Selatan melawan DKI Jakarta di Gelanggang Remaja, Pekanbaru, provinsi Riau sangat gaduh. Suara itu sempat mengganggu perhatian pelatih bulutangkis Sulawesi Selatan, Dian Maysari yang sedang memantau atletnya bertanding, dari dideratan bangku penonton.

Tidak hanya Dian, kumpulan suporter yang berjumlah sekitar 50 orang lebih itu juga menjadi perhatian semua penonton dan pendukung yang ada di gedung olahraga ini, seperti kontingen provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan tuan rumah, Riau.

Tampaknya, Dian pantas merasa sedikit terganggu sebab nyanyian kumpulan suporter yang duduk deretan tribun timur itu tidak ditujukan kepada atlet Sulsel, Ryan Ramadhan tapi lawannya, atlet Jakarta, Sanatria Agus Setia.

Yel-yel terus mengalung, atlet Sulsel terus teringgal hingga game kedua selesai dengan skor 12 – 9. Sementara hasil babak pertama berhenti dengan hasil draw, 21 – 21. “Jakarta memang selalu banyak suporter. Jawa Timur juga selalu banyak. Tapi kali tidak ada, ” kata Dian, kepada Rakyat Sulsel, Minggu (9/9) kemarin.

Bisa jadi, kata Dian, suporter bulutangkis itu adalah superter fanatik Persija Jakarta. Jika suporter Jatim, biasanya kebanyakan dari kelompok Bondo Nekat (Bonek), pendukung Persebaya Surabaya.

Ya, di venue Bulutangkis yang terletak di jalan Sudirman, Pekanbaru ini sangat sepi dukungan dari waga Sulsel yang bertindak menjadi suporter tiap pertandingan. Padahal di kota yang berjuluk “Pekanbaru Kota Bertuah” ini terdapat venue 14 cabang olahraga pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012. Tak satu kelompok suporter Sulsel yang ditemukan.

Seperti pada pertandingan tim Basket Sulsel melawan tim Kalimantan Selatan, kelompok Jurnalis Makassar malah bertindak suporter. Mereka terus memberi semangat kepada tim ini, walau tanpa ada yel-yel. Tapi teriak “Ayo Sulsel”, “Pakui”. Meski demikian suara itu kalah dari puluhan suporter Kalsel.

Begitu pula pada pertandingan Dayung yang berada di Danau Kebun Novi, Kuantan Sengingi. Sulsel sepi suporter. Apa lagi Anwar Tarra-Syahrul Saputra yang merebut medali emas di kelas Kano 1.000 meter, nyaris terkalahkan dari dukungan Riau yang juga merebut emas.

Saat rombongan induk kontingen Sulsel menginjak kaki di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning ini, Kamis (6/9) lalu, ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Pekanbaru, Muhammad Yusuf Daeng berjanji akan memobilisasi warga Sulsel yang ada di Riau untuk mendukung atlet Sulsel.

“Kami siap membantu Sulsel untuk mencari tempat tinggal dan penginapan dan mengerahkan warga Sulsel disini untuk mendukung atlet, ” ujar Yusuf Daeng, saat menyambut kontingen ini di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Dikonfirmasi Yusuf Daeng, menurutnya, warga Sulsel ternyata banyak terlibat di kepanitiaan besar PON XVIII 2012. Jadi, kata dia, sangat sulit untuk memintanya menjadi suporter Sulsel. “Warga Sulsel banyak terlibat di PON, ” ujarnya.

Selain warga, kata dia, juga terdapat organisasi ikatan pelajar dan mahasiswa di Pekanbaru, tapi Yusuf Daeng urung meminta mereka karena pemanggilan itu membutuhkan biaya besar. “Kita disini ada ikatan pelajar. Tapi saya tidak bisa panggil mereka, karena itu membutuhkan biaya besar, ” kata dia.

Sementara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel telah memasok sebanyak 500 lembar kaos untuk suporter kepada KKSS, namun baju ini belum habis disebarkan. “Kita sudah sebar kaos itu. Ada yang ke Siak, Belalawan, Dumai. Mereka hanya ambil 20 kaos. Tidak ada yang ambil sampai 100 lembar, ” kata Yusuf Daeng.

Sebenarnya, sambung Yusuf Daeng, baik dirinya maupun warga Sulsel tidak bisa memastikan apakah akan ada warga yang akan membentuk kelompok suporter. “Saya tidak bisa pastikan ada suporter di Pekanbaru. Tidak bisa berharap ada dukungan, ” kata Yusuf Daeng. (Aku/RS3)


Tag
div>