SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Sulsel Steril dari Atribut Kandidat

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Alief

Editor:

asharabdullah

Selasa , 13 Februari 2018 11:20
Sulsel Steril dari Atribut Kandidat

Ilustrasi

– Sebelum 15 Februari 2018

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Memasuki masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 15 Februari mendatang, tidak boleh lagi ada atribut kandidat yang terpasang. Kecuali, yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komisioner Bawaslu Sulsel Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Fatmawati, mengingatkan semua kandidat yang akan bertarung di pilgub maupun pilkada serentak, untuk segera menertibkan atribut kampanye. Bawaslu akan terus melakukan pengawasan, sehingga atribut kandidat di persimpangan jalan harus disterilkan.

“Sesuai aturan pasca penetapan, memasuki masa kampanye tak boleh ada atribut kandidat di jalan, di pohon, termasuk di mobil. Semuanya harus dibersihkan,” kata Fatmawati, Senin (12/2) kemarin.

Ia menegaskan, regulasi tersebut sudah diatur dalam PKPU. Sehingga, diharapkan tim kandidat memiliki kesadaran untuk menertibkan atribut jagoan masing-masing, tanpa harus diturunkan dan dicabut oleh penyelenggara pemilu.

“Pasangan calon dan tim harus punya kesadaran untuk menertibkan. Ada waktu tim untuk menurunkan alat peraga mereka. Ketika masuk kampanye dan masih ada atribut, maka masuk kategori pelanggaran. Ini perlu diantisipasi oleh calon,” ujarnya.

Senada disampaikan Komisioner KPU Sulsel Bidang SDM, Faisal Amir. Ia mengatakan, pihaknya bersama dengan Bawaslu, Panwaslu, dan pemerintah daerah, secara bersama-sama akan menertibkan atribut kampanye.

“Sebelum melakukan penertiban, lebih dulu sudah pertemuan beberapa waktu lalu. Calon maupun tim sukses untuk menertibkan atribut kampanye. Bilamana setelah disurati tidak juga diindahkan, maka KPU bersama pemerintah daerah akan menertibkan,” imbuhnya.

KPU juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan. Sehingga, pilkada serentak ini berjalan dengan jujur dan adil, serta dapat menghasilkan pemimpin yang memang dikehendaki masyarakat.

“Kami imbau semua alat peraga diturunkan. Jika ada, maka kami cabut bersama tim,” kata Faisal mengingatkan.

Sebelumnya, KPU mengalokasikan anggaran Rp 18,8 miliar khusus untuk Alat Peraga Kampanye (APK) empat kandidat di Pilgub Sulsel 2018. Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif, mengatakan, secara teknis KPU akan menyiapkan alat peraga serta bahan kampanye sesuai aturan PKPU.

“Dalam PKPU, kami menanggung bahan kampanye serta alat kampanye kandidat,” ujarnya.

Kendati demikian, Iqbal mengaku untuk distribusi APK, akan mengalami keterlambatan dan tidak sesuai jadwal kampanye. Salah satu masalahnya adalah, KPU menunggu pasca penetapan calon, dan pencabutan nomor urut kandidat. Hal ini akan berdampak pada pencetakan APK.

“KPU akan menunggu desain foto dan nomor urut kandidat dari tim masing-masing. Juga membutuhkan waktu seminggu lebih untuk mencetak ratusan hingga ribuan APK,” jelasnya.

Ia menjelaskan, secara teknis KPU menyiapkan lima baliho per pasangan calon di semua kabupaten kota. Tapi, ada kelonggaran pasangan calon bisa memproduksi sendiri.

“Kalau umbul-umbul, tanggungan KPU sebanyak 20 per desa. Terus spanduk, dua per desa. Juga browser program serta visi misi, KPU siapkan,” terangnya.

Terpisah, LO dari tim kandidat NA-ASS, Isdin Idrus, menyatakan kesediaan untuk mencabut atribut NA-ASS sebelum masa kampanye. Ia juga akan menginformasikan kepada semua tim di daerah untuk taat dan patuh terhadap aturan yang telah disepakati bersama. “Kami juga akan informasikan ke tim di daerah,” singkatnya.

Sedangkan, LO pasangan Agus-TBL, Suardi Bakri, mengatakan, pihaknya jauh hari sudah mengingatkan tim untuk dilaksanakan pembersihan atribut kandidat mereka yang masih di jalan.

“Kami akan memenuhi permintaan KPU. Jauh hari sudah ada instruksi,” pungkasnya.

Sedangkan, Ketua Tim Pemenangan IYL – Cakka, Bahar Ngitung, menyampaikan, pihaknya sudah mengimbau kepada tim dan relawan di semua tingkatan untuk bersama-sama menghargai aturan yang diterapkan di KPU. Selain menertibkan atribut peraga yang terpasang, tim dan relawan juga diingatkan untuk menghindari kampanye hitam atau saling menjelek-jelekkan kandidat.

“Seperti pesan Pak Ichsan maupun Pak Cakka, pilgub ini harus kita jadikan momentum untuk adu ide dan gagasan. Bukan saling menjelekkan. Karena sekali lagi, semua pasangan adalah putra-putra terbaik Sulsel,” imbaunya. (*)

 


div>