SELASA , 16 OKTOBER 2018

Sulsel Surplus Ekspor 465,43 Juta USD

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 09 Februari 2016 20:06

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Penurunan ekspor hampir dialami oleh semua daerah di Indonesia tahaun lalu. Hal itu pun berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya berkisar 4 persen. Namun, ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) masih mengalami surplus senilai 465,43 juta USD, dimana ekspor senilai 1,409 juta USD dan impor senilai 943 juta USD.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Hadi Basalamah mengungkapkan, penurunan nilai ekspor tersebut dipengaruhi oleh harga yang bergantung pada mekanisme pasar. “Jadi, berapa harga kakao dan kopi dunia itu bergerak tiap hari. Ekspor kita 2015 dalam neraca perdagangan, ekspor lebih besar dari pada impor. Berarti kita surplus,” ungkap Hadi, Selasa (9/11).

Tahun lalu, lanjutnya, komoditas yang trennya naik adalah industri, seperti rumput laut. “Itu nampak bahwa Sulsel sudah memikiki nilai tambah,” uajarnya.

Ia pun menyebutkan 10 negara tujuan utama ekspor sulsel, yakni Jepang, Cina, Malaysia, Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Belanda, Korea, Vietnam , dan Filipina

Pada 2016, kata dia, pihaknya telah melakukan langkah-langkah koordinasi, dimana trade system harus berbarengan dengan port sistem dan agribisnis system. “Kalau begitu Makassar sebagai hub yang melakukan direct call menjadi peluang untuk nilai tambah,”

Ia pun mengungkapkan, saat ini pihanya tengah fokus untuk memobilisasi pelaku eksportir. “Kita sudah mengundang atase Mesir, ITPC Los Angels dan Taiwan. Itu bagian dari pasar yang kita ekspan ke depan yang sudah melakukan komunikasi dengan asosiasi rumput laut dan pelaku IKM,” ungkapnya.

Hadi menyebutkan sektor baru yang akan digenjot pihaknya tahun ini, yakni buah sirsak, sayur, bunga krisan, dan luwak Malino. “Ini pasar baru. Kita target negara timur tengah dan Afrika. Dimana ada market, makanya kita minta para atase untuk memeperlihatkan market survey,” tuturnya.


div>