SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Sulsel Tunggu 700 Ribu Blanko e-KTP dari Pusat

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 21 Maret 2017 17:13
Sulsel Tunggu 700 Ribu Blanko e-KTP dari Pusat

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sulsel, Lutfie Natsir. foto: ashar abdullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sulsel, Lutfie Natsir, masih optimistis blanko kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP dapat bisa terkucur dari pusat pada Maret atau April tahun ini.

Dia menjelaskan, kebutuhan blanko e-ktp untuk seluruh Sulsel yakni sekira 700, itu sudah termasuk sebagai antisipasi.

“Kebutugannya sekira 600 lebih tapi kita antisipasi jika masih butuh, itulah kita kasih lebih sedikit. Maret atau April insyallah blankonya sudah ada,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (21/3).

Mantan Kepala Biro Hukum dan HAM ini, menambahkan, sebanyak 600 orang itu yang telah melaporkan bahwa e-KTP-nya telah rusak, hilang, pindah rumah, ganti status dan lain sebagainya.

“Setelah blanko tiba, kita langsung memberikannya e-KTP yang baru yang penting ada surat keterangannya. Tidak perlu merekam lagi, karena e-KTP itu hanya sekali perekaman,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengakui, selama satu setengah tahun terakhir dipusingkan masalah e-KTP Persoalan hukum yang meliputi tender membuat pencetakan blanko terhambat. Namun di sisi lain, proyek e-KTP dianggap sudah berjalan baik.

“Pencapaian target selama 2,5 tahun pemerintahan pak Jokowi progresnya jelas. Sudah 96,54 persen yang merekam data e-KTP,” ujar Tjahjo.

[NEXT-RASUL]

Tjahjo mengungkapkan, sejauh ini ada sekitar 4 juta warga yang masuk daftar tunggu blanko e-KTP. Mereka sebelumnya telah merekam data kependudukan melalui kantor-kantor dinas kependudukan dan catatan sipil di berbagai daerah. Selain itu, ada 3,2 juta warga yang belum terekam dalam sistem baru.

Ke depan, Tjahjo melanjutkan, Kementerian akan mencetak 3-4 juta blanko e-KTP per tahun. Hal itu sesuai dengan tren pertambahan penduduk wajib KTP sebanyak 3 juta orang per tahun.

“Untuk yang menunggu blanko, kita akan mengecek kembali. Apakah datanya masih ada yang ganda atau tidak. Yang jelas semua selesai sebelum pilkada,” pungkasnya. (***)


div>