SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Sulsel Tunggu Regulasi Pusat, Bersekolah Tinggal 5 Hari Seminggu

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 06 Juni 2017 22:52
Sulsel Tunggu Regulasi Pusat, Bersekolah Tinggal 5 Hari Seminggu

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menegaskan saat ini Sulsel harus siap untuk pengurangan hari sekolah menjadi lima hari dalam seminggu, yakni dari Senin sampai Jumat.

“Di Sulsel semua serba siap, itu bukan hal baru. saya pikir Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI sudah memikirkan soal efektivitas pengajaran yang lebih baik,” kata Syahrul saat setelah menghadri pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah di Four Poin Hotel, Selasa (6/6).

Menurutnya, pada dasarnya Pemprov Sulsel harus menyesuiakan dengan apa yang menjadi kebijakan nasional, karena kajian itu sudah sangat bagus dan selama ini itu sudah menjadi obesesi pikiran oleh Sulsel dengan pengurangan hari belajar tersebut.

“Kalau ini baru tentu ada peyesuaian dimana harus mempersiapkan ruang sholat, kantin sekolah dan lain sebagainya,” ucap SYL.

Sementara itu, Direktorat Jendral (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI Sumarna Sumapranata menjelaskan, pihaknya telah merencakan realisasi regulasi pemotongan hari belajar tersebut pada tahun ajaran baru 2017 dan 2018, atau bulan Juli tahun ini.

Dia menambahkan, saat ini regulasinya yakni, PP nomor 16 yang mengatur waktu kerja guru dan kepala sekolah sedang digodok dan dalam waktu dekat ini sudah akan selesai.

“Sulsel prinsipnya sudah siap, regulasi sudah digodok, dalam waktu dekat akan keluar, PP nya sudah yakni PP nomor 16 yang mengatur waktu kerja guru dan kepala sekolah,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Sumarna menjelaskan, dalam aturan tersebut jam kerja guru dan kepala sekolah yakni sebanyak 40 jam perminggu selama lima hari dengan setengah jam waktu istirahat perhari.

“40 jam perminggu kerja dengan istritahat setengah jam perhari, jadi kerjanya itu 5 hari dari senin sampai jumat. Sabtu minggu untuk keluarga, jadi guru untuk kepentingan ngajar dilakukan kesekolah tidak dibiarkan urusan sekoalah kerumah, demikian juga siswa. Pada akhirnya tumbuh kembang pariwisata untuk acara keluarga, karena ada waktu acara refresing untuk keluarga,” ucapnya.

Lanjut Sumarna, pihanya tidak memberikan terget jika regulasi tersebut menyentuh seluh provinsi, tapi serentak untuk mulai menjalankan peraturan tersebut.

“Targetnya tidak ditentukan waktunya karena sekolah sangat variatif, jadi tidak ada ketentuan waktumya, tapi mulainya. Sebenarnya sudah ada sekarang sekolah swasta, dan unggulan, denga hal ini, tapi kami mengemas untuk sekolah negeri, tapi semua provuinsi jika regulasi pemerintah pusat ini sudah keluar,” pungkasnya.


div>