JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Sumarsono Kecewa Pengelolaan Terminal Tidak Maksimal

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 11 Juni 2018 16:30
Sumarsono Kecewa Pengelolaan Terminal Tidak Maksimal

j Gubernur Sulsel Soni Sumarsono (kanan) dan koordinator supir Terminal Mallengkeri, Burhanuddin (kiri) saat di terminal Mallengkeri, Kota Makassar, Senin (11/6). Foto: (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono melakukan inspeksi mendadak (sidak) di terminal Mallengkeri, Kota Makassar, Senin (11/6). Sidak ini dilakukan guna meninjau langsung kondisi arus mudik di beberapa titik termasuk di terminal.

Sumarsono sangat kecewa lantaran dalam lawatannya menemukan sejumlah keluhan dari berbagai pihak, terutama keluhan yang datang dari para supir angkutan umum yang masih mengeluhkan kurangnya penumpang bahkan menjelang mudik sekali pun.

Burhanuddin, selaku koordinator supir Terminal Mallengkeri dihadapan Sumarsono mengaku lantaran banyaknya terminal bayangan yang ada di depan jalan poros dekat perbatasan kabuoaten Gowa membuat penumpang enggan masuk ke area terminal. Selain itu, minimnya fasilitas juga menjadi penyebab kurangnya penumpang untuk masuk.

“Penumpang malas masuk karena terminal yang tidak terurus seperti ini, yang jelas terminal bayangan di luar sana sudah semakin massif,” ujar Burhanuddin kepada Sumarsono.

Burhanuddin juga mengatakan bahwa pihaknya merasa kebingungan sebab pihak yang berwenang untuk menyelesaikan hal ini seperti Dinas Perhubungan dan PD Terminal seakan saling lempar tanggung jawab.

“Kami bertanya namun semua lempar tanggungjawab, katanya PD terminal Mallengkeri bahwa kewenangan dia di dalam terminal bukan diluar. Itu di luar urusannya Perhubungan,” lanjutnya.

Melihat kondisi itu, Sumarsono masih di lokasi yang sama ia langsung memangil pihak perhubungan untuk menanyakan kondisi sebenarnya. Melalui salah atau Kepala Bagian di Dinas Perhubungan yang tidak diketahui namanya, Sumarsono menemukan bahwa persoalan fasilitas dan berbagai macam di terminal bukan kewenangan Dishub melainkan masih dikuasai oleh PD Parkir yang hasilnya dikelola oleh Perusahan Daerah (Perusda).

“Seandainya ini merupakan kewenangan kami maka kami akan berbuat lebih namun saja ini dimiliki kewenangannya oleh PD terminal sepenuhnya sampai sekarang belum ada penyerahan apapun, dan masih perusda yang tangani,” ujar perwakilan Perhubungan Kota.

Sumarsono pun mendapati kondisi terminal yang amburadul. Genangan air di mana-mana karena infrastruktur jalan yang sudah belasan tahun tidak diperbaiki.

Untum mencari solusi terhadap masalah terminal Malengkeri tersebut, Sunarsono telah instruksikan akan lakukan Rakor usai Lebaran Idul Fitri. “Usai lebaran, Walikota Makassar, Direktur Perusda, Dishub Sulsel ketemu saya. Kita bicara ttg bgmn mencari solusi trhdp terminal Malengkeri ini,” perintah Sumarsono. (*)


div>