SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Sumarsono Restui Danny Pomanto Bebas Tugaskan Pejabat Bermasalah

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 06 Juni 2018 11:25
Sumarsono Restui Danny Pomanto Bebas Tugaskan Pejabat Bermasalah

Walikota, Moh Ramdhan Pomanto dan Penjabat Gubernur Sulsel, Sony Sumarsono di Kantor Gubernur. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasca Moh Ramdhan “Danny” Pomanto kembali menjabat Wali Kota Makassar, sejak Senin (4/6) lalu, ia menyatakan salah satu agenda utamanya adalah mutasi non-job terhadap pejabat-pejabat Pemkot Makassar yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sulsel terkait kasus korupsi.

Kasus korupsi terbaru yang saat ini tengah bergulir adalah Korupsi Dana Sosialisasi dan Penyuluhan di kantor-kantor kecamatan se-Kota Makassar.

“Saya sudah baca keterangan pers Pak Gubernur, Pak Soni. Beliau serahkan kepada saya untuk melakukan mutasi. Untuk hal itu, saya akan laporkan ke beliau, bahwa banyak pejabat saya, terutama di kecamatan, yang sedang menghadapi pemeriksaan di Polda mengenai kasus korupsi Anggaran Sosialiasi dan Penyuluhan. Saya akan laporkan bahwa saya akan bebas-tugaskan mereka dari tugas-tugas pemerintahan, agar fokus pada pemeriksaan kasus-kasus korupsi,” tegas Danny Pomanto, Selasa (5/6) kemarin.

Diketahui, kasus korupsi anggaran sosialisasi dan penyuluhan ini telah ramai diberitakan oleh media lokal, baik media cetak maupun media online dalam dua bulan terakhir. Dalam pemberitaan itu terungkap bahwa pejabat-pejabat kecamatan se-Kota Makassar mengelola anggaran program Sosialisasi dan Penyuluhan di lingkup kantor kecamatan setiap tahun.

Danny saat dimintai tanggapan mengenai penyalahgunaan anggaran sosialisasi dan penyuluhan itu, mengaku baru mengetahui ada permainan di situ.

“Berarti ini sudah berlangsung lama. Saya hanya tandatangani DPA kecamatan atas persetujuan DPRD Makassar. Saya baru tahu kalau ada permainan anggaran di situ,” ungkap Danny Pomanto.

Danny berjanji akan mengusut permainan anggaran itu setelah kembali bertugas sebagai wali kota Makassar. “Katanya ada setoran-setoran. Harus ditahu itu, kepada siapa mereka menyetor,” pungkasnya.

Sebelumnya, Soni Sumarsono memberikan isyarat pergantian pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang dianggap memiliki persoalan, baik dari permasalahan hukum.

“Soal penekanan yang harus dilakukannya, saya sudah sampaikan sama Pak Danny,” ujar Soni di kantor Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu. (*)


div>