SENIN , 23 JULI 2018

Sumarsono: Saya Jawa, Itu Dulu, Sekarang Saya Bugis

Reporter:

Al Amin

Editor:

Lukman

Minggu , 24 Juni 2018 16:30
Sumarsono: Saya Jawa, Itu Dulu, Sekarang Saya Bugis

Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono, saat menjamu para saudagar Bugis-Makassar di Taman Lakipadada di Rumah Jaabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (23/6) malam.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono menjamu para saudagar Bugis-Makassar di Taman Lakipadada di Rumah Jaabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (23/6) malam.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 1500 saudagar Bugis Makassar dari berbagai kota di Indonesia yang sengaja hadir untuk mengikuti Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) yang ke XVIII.

Bahkan beberapa mereka yang hadir berasal dari luar negeri. Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi apalagi masih dalam suasana lebaran Idul Fitri. Hak iru masih sesuai dengan taema yang dihadirkan pada tahun ini adalah “Saudagar Bersinergi Untuk Negeri”.

“Saya sangat bangga ada di sini, memaknai filosofi Bugis dengan empat karakteristik budaya Sulsel, membuat saya bisa mengerti bagaimana membangun kekeluargaan dan persaudaraan. Saya aman karena filosofi dibalik kehidupan Sulsel merupakan kehidupan gotong royong yang memanusiakan manusia,” Sambut Sumarsono.

Ia juga meminta agar dirinya tetap didoakan menjadi pemimpin yang berhasil membawa Sulsel lebih baik. Untuk itu dirinya sudah menganggap ia sudah menjadi orang Bugis seutuhnya.

“Saya orang Jawa, itu dulu, sekarang saya orang Bugis Makassar,” ungkapnya.

Dalam ramah tamah yang digelar ini, para tamu dijamu dengan suasana etnik Sulsel. Selain sejumlah penampilan tradisional yang mengobati rasa kangen dari para perantau juga dihadirkan makanan atau kuliner tradisional seperti pallubasa, coto Makassar, bakso Atiraja, konro, pisang epe dan es pisang Ijo.

Salah satu peserta warga Kabupaten Gowa berdomisili Jakarta Husein menilai, ajang ini sebagai ajang yang positif, selain bisa bersilaturahmi juga dapat semakin mensolidkan persaudaraan masyarakat Sulsel.

Sementara itu, warga KKSS di Korea Selatan, Panji Azis yang telah enam tahun merantau di negeri ginseng tersebut bangga dengan kegiatan seperti ini, ajang ini juga media baginya untuk berbagi pengalaman selama dirantauan.

“Semoga kegiatan malam ramah taman seperti ini berlanjut dan kami KKSS dari Korea yang baru terbentuk selama dua tahun bisa lebih akrab lagi dengan KKSS yang ada di sini,” harap, pria berusia 28 yang kembali ke Sulsel untuk meminang wanita pujaan. (*)


div>