SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Sumarsono Sidak Pelayanan RS Labuang Baji, Ini Hasilnya

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 11 Mei 2018 18:03
Sumarsono Sidak Pelayanan RS Labuang Baji, Ini Hasilnya

Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Rumah Sakit (RS) Labuang Baji Makassar guna memastikan kelancaran pelayanan kesehatan di sana, Jum'at siang (11/5). Foto: Al Amin/RakyatSulsel

*Keluhkan Pelayanan, Masih Lamban

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Rumah Sakit (RS) Labuang Baji Makassar guna memastikan kelancaran pelayanan kesehatan di sana, Jum’at siang (11/5).

Sayangnya, pada sidak kali ini, Sumarsono agak kecewa. Pasalnya, RS yang telah menghabiskan anggaran hingga Rp65 miliar bahkan totalnya hingga Rp170 miliar ini masih menerapkan pelayanan manual yang berdampak pada antrian tunggu pasien menjadi sabgat lama.

Sumarsono berharap, dengan anggaran yang dikucurkan RS Labuang Baji dapat memanfaatkan teknologi yang berkembang untuk mempersingkat waktu administrasi pelayanan publik.

“Kita bisa manfaatkan e-KTP itu. Saya mau melihat sistem mulai dari pendaftaran sampai dengan pemeriksaan bisa lancar. Sekarang sudah berbasis eletronik, sudah tidak perlu dibaca, ada track langsung, scan,” ujarnya.

Dia menambahkan, apabila pengerjaan proyek pembangunan gedung sudah rampung maka RS Labuang Baji disetarakan dengan RS swasta lainnya.

“Mimpinya sepertu itu, hanya dimungkinkan kalau sarana dan prasarananya bagus, terus kemudian juga tenaga SDMnya berkecukupan dari segi kualitas. saya yakin itu bisa, sama dengan rumah sakit Cipto Mangun Kusumo, itu melebihi rumah sakit swasta,” ungkapnya.

Lanjut Sumarsono, semua rumah sakit naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dapat bersinergi dengan dinas Dukcapil terkait perekaman singel identity number.

“Cip yang bisa kebaca data, sehingga konek dan rumah sakit ini akan konek dengan e-KTP mulai golongan darah riawayatnya apa, itu sudah ter-ecord semua. Nanti pendaftaran cukup hanya lima menit,” paparnya.

Sebelumnya, RS Labuang Bajitelah meresmikan beberapa gedung, diantaranya ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD), instalasi rawat jalan yang memiliki 20 poliklinik, ruang intensif care unit (ICU) dan CVCU untuk perawatan khusus penyakit jantung. Turut diresmikan juga ruang operasi yang memiliki kapasitas delapan ruangan.

Sementara untuk gedung kedua merupakan ruang perawatan ibu dan anak. Dan satu gedung lagi Renovasi untuk pelayanan CT Scan untuk pasien penderita stroke hingga tumor serta pelayanan hemodialisis atau cuci darah.

Direktur RSUD Labuang Baji, dr Mappatoba menjelaskan, gedung baru yang diresmikan 12 Maret lalu itu menghabiskan anggaran hingga Rp43,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 dengan total Rp43,2 miliar.

Untuk tahap dua, kata Mappatoba, anggarannya sudah siap, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai total sebesar Rp47 miliar.

“Untuk proses lelang dan pengerjaannya, kita serahkan ke ULP. Diharapkan bisa dikerja secepatnya dan bisa rampung pada Oktober atau November mendatang, ” ungkap Mappatoba. (*)


div>