RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Sunyi Senyap Partai Gerindra

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 06 April 2017 10:24
Sunyi Senyap Partai Gerindra

ASEP/RAKYATSULSEL/C KONSOLIDASI GERINDRA SULSEL. Ketua terpilih Partai Gerindra Sulawesi Selatan Idris Manggabarani salam komando bersama Ketua Dewan Penasehat La Tinro La Tunrung, usai menggelar konsolidasi bersama kader di Four Points by Sheraton Hotel Makassar, Jl Landak Baru, beberapa waktu lalu.

Mengejutkan di dua pesta demokrasi, namun belum gregetan menjelang Pilkada 2018. Gerindra masih dililit kemelut internal kepengurusan DPD Sulsel.

Laporan: Iskanto

La Tinro La Tunrung undur diri tatkala gerilya Gerindra dinantikan publik dalam Pilkada 2018. Padahal dibawah kepemimpinan mantan Bupati Entekang dua periode tersebut, Gerindra mengukir prestasi spektakuler.

Gerindra tampil sebagai peraih terbanyak kedua di Sulsel saat Pileg 2014, dan menjadi parpol yang paling banyak mengantar pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusungnya sebagai pemenang di Pilkada 2015.

Gerindra memang mengejutkan di momentum politik 2014-2016. Sayang di saat bersamaan, prahara kepengurusan ikut muncul. La Tinro lantas mohon pamit agar digantikan sebagai Ketua Gerindra Sulsel, tepatnya Desember 2016.

Padahal, Parpol besutan Prabowo Subianto ini, cukup direkeng di pentas politik Sulsel. Di DPRD Provinsi Sulsel, Gerindra mengantongi 10 kursi dari total 56 keanggotaan DPRD.

Pada 12 Pilkada Kabupaten/Kota di Sulsel yang akan menggelar Pilkada 2018, Gerindra menjadi parpol papan atas di sejumlah daerah. Diantaranya Jeneponto, Pinrang, Enrekang, dan Luwu.

Respons cepat DPP menyikapi kisruh internal pengurus DPD I Sulsel, sangat dinantikan. Akankah permohonan mundur La Tinro La Tunrung dikabulkan?.

[NEXT-RASUL]

Spekulasi politik masih membayangi prahara tersebut. Belakangan, Agus Arifin Nu’mang menguat sebagai salah satu figur yang berpeluang menggantikan La Tinro sebagai pengendali Gerindra Sulsel.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani, mengatakan partainya akan membuka penjaringan bakal calon untuk Pilkada 2018 mendatang antara bulan Juni atau Juli.

“Insya Allah bulan enam atau bulan tujuh kita akan buka penjaringan pendaftaran bakal calon. Setelah kita memastikan seluruh infrastruktur kita sudah oke maka kita akan buka penjaringan,” ungkapnya.

Idris menilai, untuk saat ini masih teralalu dini apabila menentukan figur untuk dijadikan bakal calon di Pilgub maupun di Pilkada serentak 2018 mendatang.

“Kan masih jauh ji tahapan, tetapi penjaringan sudah kita lakukan di bulan itu (Juni-Juli) nantinya. Karena dalam penjaringan itu kita minta para calon yang mendaftarkan diri untuk mensosialisasikan diri di DPD Partai Gerindra di Sulsel,” jelasnya.

Saat ditanya terkait bakal calon yang akan didorong pada Pilgub Sulsel mendatang, Idris menuturkan bahwa Gerindra tetap menjagokan La Tinro sebagai kosong satu. Bahkan, kata dia, Gerindra tidak menutup peluang untuk figur-figur lain yang mau bersanding dengan La Tinro.

“Gerindra tetap menjagokan pak La Tinro di Pilgub Sulsel mendatang. Untuk pasangan tidak masalah, yang penting mau menerima pak La Tinro. Siapun orangnya yang penting memiliki popularitas yang baiklah. Karena tentu kita ingin menang,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Dihubungi terpisah, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan, Gerindra memiliki peluang dalam mendorong kader internal di Pilgub maupun Pilkada. Tetapi, kata dia, partai berlambang burung garuda itu masih kurang dalam kesiapan kader internal.

“Kekuatan Gerindra cukup potensial maju di Pilkada dan Pilgub Sulsel berdasar pada raihan suaranya yang representatif di legislatif. Namun Gerindra masih terkendala pada kesiapan kader untuk diusung. Karenanya Gerindra harus membidik figur eksternal. Meskipun ada sejumlah kader bisa di dorong di daerah tapi di pilgub belum menonjol,” ungkapnya.

Firdaus menuturkan, kesulitan lain yang harus dihadapi oleh Gerindra adalah adanya isu perpecahan kepengurusan di internal Gerindra Sulsel. Sehingga, akan menjadi salah satu pemicu sulitnya mengusung kader internal di Pilgub.

“Gerindra juga diambang persoalan internal yang harus segera diselesaikan, terutama pada kepengurusan pasca La Tinro mengundurkan diri dari kursi ketua,” jelasnya. (D)


div>