• Minggu, 26 Oktober 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Survei IDEC: Pilwalkot Makassar Berpotensi Dua Putaran

Kamis , 30 Mei 2013 13:19
Total Pembaca : 1251 Views

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga survei Indonesia Development Engeneering Consultan (IDEC) merilis hasil survei dan prediksi perhelatan pemilihan wali kota Makassar, yang berpotensi dua puturan.

Dalam rilis yang dikirim ke Rakyat Sulsel Online, menyebutkan setidaknya ada dua alasan cenderungnya Pilwakot Makassar dua putaran.

Pertama, voter trun out (pemilih terdaftar yang menggunakan hak pilihnya) pada pilgub 2012 yang lalu untuk kota Makassar hanya berada pada persentasi 50 persen.

Sedangkan potensi election fatigue (kelelahan partisipasi) pemilih dari hasil survei IDEC bisa mencapai 45,36 persen (sikap pemilih pada bulan: April 2013) ini mengindikasikan angka partisipasi pemilih memiliki kecenderungan hanya berkisar di antara 50-65 persen suara pemilih nantinya.

Sementara faktor jarak Pilkada yang berdekatan telah membuat gejala kelelahan partisipasi pemilih semakin membesar. Menrurut Direktur Riset IDEC, Rahmad M Arsyad, kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada prosentase suara electoral atas kemenangan kandidat. Apa lagi jika benar Komisi KPU meloloskan 10 pasang kandidat, sudah dapat dipastikan untuk mencapai suara mayoritas diatas 30 persen bagi pasangan kandidat walikota akan sangat sulit.

Kedua, hasil survei IDEC pada April 2013, menyebutkan belum ada kandidat yang mencapai prosentase elektabilitas diatas 30 persen, termasuk kandidat incumbent Supomo Guntur yang masih berada pada posisi 26,53 persen. “Sebuah kondisi yang masih sangat riskan bagi potensi perolehan suara kandidat seorang incumbent, ” kata Rahmad.

Selan itu, kata Rahmad, situasi ini diperparah oleh terjadinya perpecahan antara aktor dan struktur politik utamanya Partai dengan basis politik yang kuat di kota Makassar seperti Golkar dan Demokrat.

Hadirnya beberapa figur alternatif yang tidak diusung Golkar, kata dia, namun merupakan bagian dari elit atau pun jejaring Partai Beringin, seperti Rusdin abdullah dan yang terakhir Irman Yasin Limpo sedikit banyaknya menggerus suara pemilih fanatik Golkar.

Demikian pula dalam tubuh Partai Demokrat, walau secara resmi mengusung pasangan Dani Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) namunsebahagian kader demokrat dan struktur demokrat juga berpotensi mendukung calon independen Muhina Muin yang kini juga merupakan kader partai demokrat.

“Kondisi ini tentu saja sangat dilematis bagi kandidat yang mengandalkan struktur Partai. Utamanya dua kekuatan partai dan ‘dua orang besar’, yang terus bertarung sampai saat ini. Rasanya dengan posisi ini mereka sangat sulit untuk mengarahkan kekuatan struktur untuk memilih figur pasangan yang telah ditetapkan oleh partai, ”

Sehingga potensi persebaran suara keberbagai kandidat lainya menjadi begitu liar, yang berujung pada tersebarnya suara keberbagai kontestan dan sulit mencapai posisi suara mayoritas pada pasangan tertentu yang akhirnya akan berjung pada potensi berlangsungnya dua putran pilwali.

Mengacu pada kondisi dan kemungkinan ini, sudah menjadi tangung jawab KPU untuk mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan kemungkinan jika Pilwali Makassar akan berlangsung dua putaran.

Termasuk menghitung jarak antara putaran kedua Pilwali dan pemilihan legislative nantinya. Tentu saja dengan mempertimbangkan kebosanan pemilih dari pilkada Gubernur, Pemilihan Walikota dan Pemilihan Legislatif dan terakhir Pemilihan Presiden.

 


Editor: Azis Kuba

One Response to Survei IDEC: Pilwalkot Makassar Berpotensi Dua Putaran

  1. dg Coddo

    Sabtu, 8 Juni 2013 at 3:04 PM

    Harus masukkan kriteria juga yang tak memilih lantaran karena undangan pemilih tidak sampai.

    Modus itu terjadi untuk mengurangi suara saingan kandidat lain, misalnya, di kelurahan A dinilai bukan pemilih si B, karena si B punya kekuatan mengatur struktur, maka undangan tersebut tidak sampai kepada warga pemilih. Bahkan yang tak datang akan malah dicobloskan untuk kandidat pemesan.

    Hati-hatilah, modus ini juga akan terulang kembali. Perkuat pengawasan dan saksi. Seret para pelaku kecurangan demi kemurnian demokrasi politik… Beri pelajaran bagi mereka yang curang dan bersekongkol dengan kendidat curan demi membela kandidat yang dicurangi, sehingga tidak salah memilih orang pemimpin kota Makassar.