JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Survei LSI: Publik Inginkan Ichsan Yang Lanjutkan Kepemimpinan SYL

Reporter:

Editor:

Lukman

Minggu , 03 Juni 2018 17:00
Survei LSI: Publik Inginkan Ichsan Yang Lanjutkan Kepemimpinan SYL

LSI saat merilis survei Pilgub Sulsel 2018.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Selain tingkat keterpilihan atau elektabilitas Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) tertinggi sesuai hasil survei terbaru Citra Publik Indonesia-Lingkaran Survei Indonesia (CPI-LSI Network), publik Sulsel juga lebih menginginkan pasangan nomor urut 4 ini melanjutkan kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo.

Itu terekam dalam potret survei LSI yang dikenal sebagai salah satu lembaga survei di Indonesia yang kredibel dan profesional saat memaparkan hasil risetnya di Clarion Hotel Makassar, Minggu 3 Juni 2018.

Peneliti LSI, Fitri Hari menuturkan, di samping mengukur elektabilitas masing-masing pasangan, di survei yang melibatkan 700 responden, juga mengukur sejauh mana publik Sulsel dalam menilai kinerja 10 tahun pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo. Hasilnya, 79,3% merasa puas dengan kinerja Syahrul Yasin Limpo, dan 76,7% puas dengan kinerja pemerintah provinsi.

Ketika publik ditanya siapa yang layak melanjutkan kepemimpinan Syahrul? Ichsan Yasin Limpo paling didambakan. Ada 27,6% yang menginginkan pasangan Andi Mudzakkar ini meneruskan torehan keberhasilan yang dicapai SYL. Sedangan 23,3% menginginkan Nurdin Abdullah, dan 21,1% ke Nurdin Halid. Sementara Agus Arifin Nu’mang hanya 9,3%. Dan sisanya belum memberikan jawaba/tidak tahu dan rahasia.

“Ini juga salah satu alasan kenapa IYL-Cakka unggul di tingkat elektabilitas, karena oleh publik Sulsel mereka paling pantas melanjutkan kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo,” papar Fitri di depan wartawan saat memaparkan hasil surveinya bertema “Siapa Penerus Syahrul?”.

Seperti diberitakan, CPI-LSI mempublish temuan risetnya yang pengambilan dan pengolahan datanya dilakukan di April 2018. Dari data yang marjin of errornya sekira 3,8%, IYL-Cakka menempati posisi pertama dengan tingkat elektabilitas 28,6%. Disusul NH-Aziz 24,4%, NA-ASS 23,7%, dan Agus-TBL 9,3%, serta sisanya 14,0% belum menjawab/rahasia dan tidak tahu.

Dari data di atas, IYL-Cakka unggul melebih batas marjin of error. Sedangkan NH-Aziz dan NA-ASS, selisihnya terpaut di bawah 1% atau masih dalam batas marjin of error. Sehingga posisi mereka masih saling memungkinkan bertukar tempat.

Selain LSI, empat lembaga survei nasional lainnya juga mengunggulkan IYL-Cakka di posisi pertama selama sembilan bulan terakhir. Mulai dari Poltracking, ISS, dan SDI hingga Jaringan Suara Indonesia (JSI). (**)


div>