RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Survei Populi Diragukan, Ini Tanggapan Tim Bro Rivai dan NH

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Senin , 15 Mei 2017 08:21
Survei Populi Diragukan, Ini Tanggapan Tim Bro Rivai dan NH

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hasil survei Populi Center untuk Pilgub Sulsel diragukan. Ada anggapan jika lembaga survei yang di Pilgub DKI terindikasi memihak Ahok tersebut, dipesan oleh kandidat  tertentu.

Wakil Ketua Bisang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Sulsel, Risman Pasigai mengatakan, jika Populi menempatkan NA di posisi teratas, maka hal itu bukan sesuatu yang mengejutkan. Alasannya, lembaga itu memang dipesan khusus NA untuk melakukan survei jelang pilgub.

“Wajar ji itu seperti itu, karena itu adalah hasil survei yang dipesan sendiri dan pasti digunakan sebagai alat pencitraaan. Kita lihat saja bagaimana dinamika politik ke depan,” kata Risman menanggapi.

Ditanya soal perbandingan data hasil survei yang dimiliki internal Golkar, Risman mengklaim juga mempunyai hasil sendiri. Hanya saja, Risman enggan mempublikasikan.

“Yang jelas tren elektabilitas NH semakin meningkat, serta ekspektasi masyarakat semakin baik dengan kerja-kerja politik dan program NH. Belum lagi efek dari pasangan NH-Aziz,” pungkas Risman.

Seperti diketahui, Populi merilis surveinya yang menempatkan NA (Nurdin Abdullah) di posisi teratas. Di samping itu, memasukkan beberapa nama yang justru tidak pernah terwacanakan akan maju. Seperti Abraham Samad, Ilham Arief Sirajuddin, Erwin Aksa, serta Irman Yasin Limpo.

Anehnya dalam survei yang pengambilan datanya dilakukan awal Mei 2017, nama kandidat lain yang selama ini tergolong gencar melakukan sosialisasi, justru tidak dimasukkan. Diantaranya Bro Rivai, Ni’matullah, Burhanuddin Andi, maupun Aliyah Mustika Ilham.

Sebelumnya Juru Bicara Bro Rivai, Achmad Sabir, menduga survei populi  direkayasa demi menggiring opini publik ke salah satu bakal calon tertentu. Apalagi, sistem survei melalui pertanyaan tertutup, tidak mengindahkan fakta di lapangan mengenai figur bakal calon yang serius mensosialisasikan diri secara langsung ke masyarakat.

“Nama calon kami, Bro Rivai, sengaja tidak dimasukkan dalam survei itu. Padahal di antara semua bakal calon, Bro Rivai paling intens ‎bersosialisasi dan sudah membentuk posko pemenangan di 24 kabupaten/kota. Seharusnya, dalam mengajukan nama-nama calon, Populi Center mengkaji terlebih dahulu nama-nama bakal calon yang intens bersosialisasi, atau sekalian saja gunakan pernyataan terbuka, bukan tertutup,” kata Abe, sapaan akrab Achmad Shabir.

[NEXT-RASUL]

Abe mengingatkan masyarakat, agar tidak mudah percaya dengan hasil survei seperti itu. Apalagi  rekam jejak Populi Center di Pilkada DKI Jakarta 2017  waktu itu, Populi Center adalah satu-satunya lembaga survei yang menyebut elektabilitas Ahok-Djarot naik hingga 45,5 persen. Padahal hampir semua lembaga lainnya justru menyebut terjadi penurunan survei sangat drastis untuk Ahok di kisaran 31 persen.


Tag
div>