JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Surya Paloh Dijemput Pakai Limousin

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 24 Maret 2017 09:21
Surya Paloh Dijemput Pakai Limousin

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Dalam setahun terakhir Partai NasDem Sulsel memperlihatkan kekuatan dan militansi kadernya dibawah kepemimpinan Rusdi Masse (RMS). Terbaru, NasDem kembali akan unjuk kekuatan dengan melantik organisasi sayapnya dengan menghadirkan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh (SP).

Pelantikan pengurus sayap partai Nasdem Sulsel, Garda Pemuda dan Garnita Malahayati serta silaturahmi dengan pengurus partai Nasdem menjadi tujuan utama kedatangan Surya Paloh di Sulsel. Bukan hanya itu, beberapa agenda lain juga nantinya akan diikuti oleh orang nomor satu di NasDem ini.

Hal tersebut dikatakan oleh, Ketua Bidang Media NasDem Sulel Arum Spink saat berkunjung ke Redaksi Harian Rakyat Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Kamis (23/3). Dalam kunjungan tersebut turut hadir Ketua DPD NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi, Ketua DPW Garda Pemuda Sulsel, Troy Martino serta sejumlah pengurus DPW Garda Pemuda dan Garnita Malahayati.

“Selama berada di Makassar, Bapak Ketum (Surya Paloh) tidak hanya silaturrahmi dengan pengurus partai, tetapi juga ada beberapa agenda lain yang akan dilakukan seperti pelantikan Garnita Malahayati dan Garda Pemuda NasDem, serta silaturrahmi dan dialog kebangsaan dengan 500 tokoh di Sulawesi Selatan,” ungkapnya

Untuk pelantikan pengurus sayap partai Nasdem Sulsel, Garda Pemuda dan Garnita Malahayati akan dilakukan ditempat yang berbeda. Dimana, pelantikan Garda Pemuda akan dilakukan di Center Point of Indonesia (CPI). Sementara pelantikan Garnita Malahayati akan dilakukan di Sandeq ballroom Hotel Clarion. Walaupun dilakukan ditempat yang berbeda namun waktu pelaksanaan akan tetap sama yakni Sabtu, 25 Maret mendatang.

Sebagai orang nomor satu di Partai NasDem, kedatangan Surya Paloh akan disambut dengan meriah oleh DPW NasDem Sulsel. Menariknya, DPW NasDem Sulsel menyiapkan mobil mewah jenis Limousine yang nantinya akan digunakan oleh Surya Paloh selama berada di Makassar, dengan empat motor besar dan dikawal foreder.

[NEXT-RASUL]

Selain itu, deretan mobil mewah lainnya yang akan digunakan oleh rombongan NasDem pusat seperti, mobil Escalade dan Hummer akan digunakan oleh Protokoler, Chevy Explorer dan Sprinter untuk tamu VVIP, A C T untuk tamu VIP dan mobil mewah lainnya. “Penjemputan ini kita akan lakukan secara spektakuler sesuai dengan tradisi partai NasDem. Ketum akan kita jemput besok (hari ini) dengan menggunakan limosin. Dan akan diarak dengan motor gede serta lebih dari 100 mobil. Tapi pesan utamanya itu kita siap menghadapi event politik di sulsel. Menuju target DPR RI 6 kursi,” ungkap Ketua Garda NasDem Sulsel Troy Martino.

Saat ditanya terkait kesiapan NasDem mendorong kader di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang, Troy mengatakan seluruh kader Partai NasDem di Sulsel sepakat untuk mengusung Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse. Bahkan, Troy yang didampingi Rahmatika Dewi mengakui pada acara pelantikan yang akan dilaksanakan Sabtu, 25 Maret mendatang akan ada kejutan yang akan disampaikan. Namun, ia enggan untuk membeberkan perihal tersebut.

“Seluruh Kader NasDem siap mendorong pak RMS, namun kita perlu klarifikasi bahwa pak RMS bukan menunggu restu dari Surya Paloh. Tapi, yang ada itu pak RMS belum menyatakan sikap akan maju di Pilgub hingga saat ini. Yang pasti ada kejutan pada pelantikan nanti, kita tungga saja,” terangnya.

Menanggapi arus politik dibawah kepemimpinan RMS di NasDem Sulsel, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Luhur Priyanto mengatakan, Partai NasDem mengalami banyak perubahan.

Baik dalam segi kaderisasi serta migrasi tokoh-tokoh daerah, bahkan berhasil mengantarkan NasDem menjadi Partai Pengusung yang sulit dibendung. “Saya kira Partai Nasdem pasca take over kepemimpinan oleh RMS, memang menemukan passion baru untuk bergerak. Di awal kepemimpinan, RMS setidaknya tidak menimbulkan resistensi dan migrasi kader besar-besaran. Kemudian berhasil memimpin Koalisi partai politik kecil membendung koalisi besar di Pilkada Takalar,” ungkapnya.

Luhur menuturkan, NasDem layak menjadi Partai yang diperebutkan oleh kandidat Bakal Calon Gubernur. Bukan tanpa alasan, figur RMS menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan pasangan dalam pertarungan kontestasi lima tahun ini. “Secara Positioning, RMS dan partai Nasdem kini sangat “seksi” untuk di lirik para kontestan Pilgub. Upaya memasarkan figur RMS untuk running di Pilgub, meski relatif agak lambat, tapi sangat tepat untuk memanfaatkan momentum untuk secara bersamaan memasarkan Partai Nasdem,” terang Luhur.

[NEXT-RASUL]

Sebagai Parpol yang baru dan telah memiliki nama besar di masyarakat. Luhur menuturkan, kedepannya NasDem harus mampu membangun sosialisasi serta pendidikan politik agar lebih menjadi partai mayoritas di kalangan masyarakat. “Untuk kedepan, kepemimpinan RMS di Partai Nasdem mesti bisa menemukan model sosialisasi dan pendidikan politik yang lebih mengakar serta sesuai dengan segmen masyarakat pemilih mayoritas di Sulsel. Popularitas di media tidak selalu linier dengan dukungan elektoral di setiap momentum Pemilihan,” jelasnya.

“Kalau melihat pengalaman Pilkada Takalar, manuver Partai Nasdem di last minute justru membuahkan kemenangan. Soal kemenangan, sangat ditentukan manuver di detik-detik akhir dalam menentukan kawan koalisi,” lanjutnya.

Sementara itu, Konsultan Politik JSI, Nursandy mengatakan, Partai NasDem Sulsel dibawah kepemimpinan RMS harus diakui telah menjelma menjadi sebuah partai politik yang sangat diperhitungkan saat ini. “Dengan program ‘Nasdem Memanggil’ struktur Nasdem kini banyak diisi oleh kepala daerah, mantan kepala daerah, tokoh politik dan pengusaha ternama,” ungkapnya.

Nursandy menilai, kekuatan politik yang dimiliki Partai NasDem saat ini tentu menjadi modal penting untuk menatap optimisme Pilgub dan Pilkada Serentak 2018 mendatang.  “Terkait dengan Pilgub 2018, dengan perolehan 7 kursi. Nasdem Sulsel tentu tak akan melewatkan momentum politik ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nursandy menjelaskan, meski sampai detik ini belum ada sikap yang jelas dari RMS untuk maju bertarung di Pilgub. Tetapi sinyal desakan dari kader-kader di daerah sudah cukup kuat untuk mendorongnya bertarung. “Saya melihatnya ada 2 kemungkinan langkah yang akan ditempuh oleh Nasdem Sulsel menatap Pilgub. Pertama, Nasdem menyiapkan RMS sebagai Figur pendamping bagi IYL. Kedua, jika langkah pertama tidak terwujud kemungkinan Nasdem mendorong RMS untuk bertarung di posisi 01 meski harus kerja ekstra membangun koalisi dengan sejumlah partai,” terang Nursandy.

[NEXT-RASUL]

“Namun Dengan posisi politik yang dimiliki RMS dan Nasdem saat ini jauh lebih realistis mengejar 02,” lanjutnya.

Lebih lanjut, kata Nursandy, NasDem dengan sumber daya yang dimiliki saat ini, harus mampu dikelola dengan baik jika memiliki harapan kuat untuk mencapai target kemenangan di Pilkada Serentak. “Kemenangan NasDem di pilkada serentak sangat tergantung dari figur internal maupun eksternal yang akan diusung,” bebernya.

Sehingga, lanjutnya, Partai NasDem mesti menjadikan kemenangan di Pilkada Takalar sebagai acuan untuk menjalankan mesin partai di Pilgub maupun Pilkada serentak mendatang. “Kemenangan di Pilkada Takalar tentu menjadi pelajaran berharga dan mendongkrak daya juang Nasdem untuk kembali menorehkan kemenangan,” tandasnya.(E)


div>