MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Swing Voters Bisa Jadi Penentu

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 30 September 2015 12:21
Swing Voters Bisa Jadi Penentu

int

* Kandidat Harus Pandai “Mengelus” Pemilih Mengambang
* IPI: Perebutan di Soppeng dan Lutra Bisa Gila-gilaan

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Angka swing voters atau massa pemilih mengambang masih tinggi. Di Sulsel, angkanya mencapai 10 persen atau sekitar 2.494.467 pemilih yang saat ini diverifikasi KPU untuk ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Massa suara mengambang ini bukan tidak mungkin menjadi penentu pemenang di pilkada. Para kandidat pun harus pandai-pandai “mengelus” pemilih mengambang ini mengingat tahapan kampanye tersisa dua bulan lebih.

Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Sulsel Suwady Idris Amir mengatakan sisa masa kampanye ini mesti dimaksimalkan oleh pasangan calon di 11 daerah yang berpilkada di Sulsel untuk meraih kemenangan. Salah satu yang mesti menjadi perhatian para pasangan calon yakni dengan merebut swing voters yang jumlahnya cukup signifikan.

Meski demikian, lanjut Suwady, perebutan swing voters di daerah akan sangat tergantung dari jumlah kontestan pilkada. Daerah yang hanya memiliki dua pasang calon dinilai perebutan swing votersnya tidak akan semenarik daerah yang memiliki lebih dari dua pasang calon.

“Di Soppeng dan di Luwu Utara misalnya, karena persaingannya head to head maka perebutan swing votersnya bisa gila-gilaan, jika massa mengambang semuanya memilih kepada satu pasangan calon yang daerahnya head to head maka bisa jadi peraih swing voters terbanyaklah yang bisa memenangkan pilkada, dan jika suara swing voters ini merata maka pasangan yang sejak awal memiliki tren elektabilitas yang unggul, yang bisa memenangkan pertarungan,” kata Suwady, Selasa (29/9).

[NEXT-RASUL]

Dia mencontohkan, untuk Pilkada Soppeng pasangan Luthfi Halide – Zulkarnaen Soeteomo bisa saja mendapatkan dukungan yang lebih besar dari swing voters. Hal ini karena selain pasangan tersebut didukung oleh bupati, swing voters memiliki kecenderungan untuk memihak kepada pasangan yang mendapatkan dukungan lebih besar dan strategis.

“Swing voters ini kan biasanya merupakan pemilih cerdas, yang melihat sejauh mana keunggulan masing-masing calon, dan kecenderungannya biasanya memihak pada saat terakhir dengan melihat kepada pasangan yang mendapatkan dukungan lebih besar, baik di tingkat grasroot maupun tingkat elit,” ujarnya.

Sementara di Pilkada Gowa, menurut Suwady, dari lima pasangan calon yang bertarung, swing voters dinilai lebih cenderung terbagi kepada dua pasangan calon saja, yakni pasangan Adnan Purichta Ichsan YL – Abdul Rauf Kr Kio dan pasangan Tenri Olle YL – Hairil Muin. Namun dari keduanya, pasangan Tenri Olle dinilai punya kans lebih besar dalam merebut suara massa mengambang.

Hal ini karena pasangan yang mengusung tagline PastikanMi ini, baik dikalangan grassroot maupun ditingkatan elit serta dikalangan tokoh-tokoh masyarakat, pasangan Tenri Olle – Khairil Muin dinilai memiliki political idea yang mudah diterima oleh kalangan swing voters tersebut.

Sedangkan di Luwu Timur, Suwady menilai perebutan suara antara pasangan Thoriq Husler – Irwan Bachri Syam dengan Nur Husain – Esra lamban dinilai akan berlangsung ketat dan saling mengejar elektabilitas.

Hal ini karena Thoriq Husler di tingkat elektoral sudah unggul, namun berpotensi dikalahkan jika swing voters menjatuhkan pilihannya kepada Nur Husain.

[NEXT-RASUL]

“Apalagi Nur Husain ini mendapatkan dukungan Bupati Hatta Marakarma, sehingga pengaruh elit tersebut bisa saja berpengaruh kepada swing voters, belum lagi jika pasangan Nur Husain – Esra Lamban ditopang oleh keunggulan cost politik dalam menggerakkan tim pemenangannya,” jelasnya.

“Di Lutra juga menarik karena dua pasangan calon yakni Arifin Djunaidi – Abdullah Rahim dan Indah Putri Indriani-Thahar Rum, secara umum dukungannya merata mulai dari dukungan grassroot hingga elit, begitupun dengan pergerakan swing votersnya, sehingga di pilkada Lutra, siapapun yang menang maka selisihnya akan sangat tipis,” tambahnya.

Di Bulukumba, menurut Suwady, pasangan Sukri Sappewali – Tomi Satria merupakan pasangan yang paling unggul dari segi survei. Hanya saja trennya terus mengalami penurunan.

“Untuk itu karena survei popularitasnya sudah mentok maka pasangan ini (Sukri Sappewali – Tomi Satria) cenderung mempertahankan popularitasnya saat ini, konsekuensinya swing voters sulit mereka raih, dan saat ini pergerakan swing voters cenderung mengarah kepada pasangan Masykur Andi Sulthan – Edy Manaf dan pasangan Askar HL – Nawawi Burhan,” ujarnya.

Sementara di Selayar, perebutan swing voters juga akan berlangsung ketat antara pasangan Basli Ali – Zainuddin dengan Aji Sumarno – Abdul Gani, dan pasangan Syaiful Arief – Djunaidi Faisal. Dimana ketiganya dinilai cukup diperhitungkan.

[NEXT-RASUL]

“Basli Ali misalnya mendapatkan dukungan Golkar AL dan juga dukungan mantan Bupati Selayar, Syaiful Arief dianggap sebagai figur yang religius, sementara Aji Sumarno dianggap sebagai birokrat yang handal, tinggal bagaimana ketiganya memainkan peran dalam berebut swing voters,” jelasnya.

Perebutan swing voters di Pilkada Toraja dan Toraja Utara menurut analisis IPI, masih memiliki kecederungan untuk berpihak kepada incumbent.

Hal ini lantaran pasangan calon lainnya dinilai belum maksimal melakukan kerja-kerja pemenangan dalam meyakinkan dan mempengaruhi suara masyarakat yang merupakan massa mengambang.

“Di Toraja dan Toraja Utara, swing voters punya peluang besar solid kepada incumbent, hal ini karena incumbent memiliki investasi politik yang masih lebih baik dibandingkan lawan politiknya, selain itu pasangan lain juga belum maksimal dalam mempengaruhi keberpihakan masyarakat di pilkada,” tandasnya.

Sedangan di Barru, swing voters masih menunggu kerja-kerja pemenangan dan terobosan dari pasangan Malkan Amin – Salahuddin Rum. Jika kerja-kerja politik pasangan ini disisa masa kampanye mampu menarik perhatian, maka tidak mentup kemungkinan pasangan incumbent Idris Syukur – Suardi Saleh bisa dikalahkan dengan syarat swing voters mampu direbut Malkan Amin.

[NEXT-RASUL]

“Di Barru, swing voters masih diam dan menunggu kerja-kerja pemenangan Malkan Amin, namun kerja politik incumbent sudah jauh lebih bagus, sehingga swing voters cenderung membagi diri, disisi lain incumbent masih unggul dari segi survei,” kata Suwady. Sementara di Pangkep, swing voters dinilai masih menunggu kerja-kerja pemenangan dari masing-masing calon wakil bupati.

“Jika wakil ini mampu meyakinkan dalam sisa masa kampanye, maka tidak menutup kemungkinan swing voters mengarah kepada figur yang baru, selain kepada pasangan incumbent Syamsuddin Hamid – Syahban Sammana, karena sejauh ini di Pangkep calon bupati sudah hampir maksimal dalam mempengaruhi keberpihakan masyarakat, sisa wakilnya yang kami nilai belum terlalu progressif,” pungkas Suwady.

“Di Maros, strong voters dan swing voters sudah cenderung mengarah kepada incumbent Hatta Rahman, alasannya jelas karena incumbent lebih siap dan lebih jelas dan dianggap sebagai salah satu bupati yang cukup sukses,” tambahnya.

Master Campaign Pasangan Tenri Olle – Kahiril Muin, Suwandi Mahendra mengatakan swing voters merupakan salah satu target suara untuk dapat direbut pada pemungutan suara mendatang.

Untuk itu pihaknya mengaku telah mempersiapkan sejumlah strategi dalam meyakinkan swing voters, salah satunya dengan memaksimalkan kinerja mesin partai dan relawan yang tersebar di 18 kecamatan yang ada.

[NEXT-RASUL]

Selain itu pihaknya juga tengah mempersiapkan berbagai hal yang dinilai dapat mempengaruhi keberpihakan swing voters secara signifikan, salah satunya dengan mempersiapkan seefisien dan sefektif mungkin penjabaran program dan visi misi pasangan Tenri olle – Kahiril Muin dalam debat kandidat tahap kedua nantinya.

“Kita tidak muluk-muluk, swing voters ini kan merupakan pemilih cerdas, tentunya kita akan perkuat di visi misi dan penjabaran program kerja yang mengarah kepada kesejahteraan dan daya saing masyarakat Gowa,” jelasnya.

Senada disampaikan Juru Bicara pasangan Adnan Purichta IYL – Abdul Rauf Kr Kio, Ian Latanro. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki jumlah massa yang mengambang yang relatif besar, misalnya di kecamatan Somba Opu dan Pallangga yang merupakan daerah rebutan dan memiliki jumlah pemilih yang besar.

Selain itu pihaknya juga tengah mengupayakan untuk menjaga basis-basis suara di daerah pemenangan atau kecamatan yang tingkat elektabilitas AdnanKio jauh lebih unggul dibanding pasangan lainya.

“Tentunya swing voters ini menjadi perhatian kami dalam satu dua bulan ini, dan tentunya kita sudah melakukan pemetaan dan strategi apa saja yang nantinya diturunkan untuk merebut suara swing voters,” tegasnya.

Sementara itu pakar komunikasi politik Universitas Hasanuddin Abdul Gaffar mengatakan pasangan calon yang ikut berkompetisi di pilkada serentak 2015 ini memiliki kewajiban untuk meningkatkan dan memaksimalkan partisipasi pemilih.

[NEXT-RASUL]

Pasalnya meskipun masyarakat memiliki hak pilih, namun tidak semua pemilih sudah menentukan hak pilihnya. Untuk itu para kontestan dinilai perlu untuk memikirkan strategi yang baik dalam menggaet partisipasi pemilih utamanya dalam memihak kepada salah satu calon. Salah satunya dengan memaksimalkan pemilih mengambang atau swing voters.

Menurutnya swing voters akan menentukan pilihan mereka kepada salah satu calon setelah mempertimbangkan sejumlah hal diantaranya penjabaran visi dan misi serta program kerja.

Oleh karena itu debat kandidat akan menjadi peluang bagi setiap pasangan untuk menjelaskan secara rinci visi dan misi mereka guna menggaet swing voters.

“Para pemilih yang belum menentukan pilihannya masih melihat program yang ditawarkan, untuk itu diharapkan ada peningkatan kualitas penjabaran program dalam setiap tahapan debatnya, dan menangkap apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat,” kata dia.

Selain itu dalam meraih keberpihakan swing voters para tim pemenangan pasangan calon kepala daerah diharapkan mampu memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana tekhnologi informasi, salah satunya melalui pemberdayaan media sosial. Media sosial dinilai sebagai sarana alternatif dalam menggaet swing voters lantaran jumlah penggunanya yang terus menerus menignkat.

“Swing voters bisa digarap dengan baik melalui pemanfaatan alternatif media, semisal media sosial, sepanjang pemanfaatannya dilakukan secara bertanggung jawab,” tandasnya. (E)


Tag
  • HL1
  •  
    div>