SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Syahrul Buka Festival Pelajar 2017

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

asharabdullah

Selasa , 14 November 2017 16:22
Syahrul Buka Festival Pelajar 2017

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat membuka acara festival pelajar se-Sulsel di Mall PIPO, Selasa (14/11). Foto: Sugiartono/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo membuka secara resmi Festival Pelajar ke-2 di Mal Phinisi Point (PIPO), Selasa (14/13).

Sebanyak 3,974 siswa SMA/SMK dan SLB se-Sulsel meramaikan 47 lomba ilmiah dan ekstra kurikuler. Acara yang dipelopori oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel ini berlangsung mulai pada tanggal 13 hingga 16 November mendatang.

“Ini merupakan bagian untuk momentum silaturahmi secara ilmiah bagi pelajar ada semua sekolah khususnya pelajar kita yang ada di Sulsel. Selain ajang ilmiah, ini lebih banyak menguji seberapa banyak hasil mapping yang dia miliki. Jangan sampai dia kira sudah hebat padahal ternyata sangat ketinggalan,” kata Syahrul Yasin Limpo Selasa,(14/11).

Selain itu, lanjut Syahrul, kegiatan ini menjadi pelopor untuk mengukur dinamika pengetahuan yang dimiliki siswa. “ini baru dua tahun dari rancangan kegiatan yang diperlombakan agar mampu mengukur dinamika pengetahuan dan keterampilan para pelajar, agar dapat berkreasi lebih banyak,” ucapnya.

Syahrul berharap, melalui kegiatan ini bisa lebih mendorong bakat dan pengetahuan siswa di Sulsel agar mampu bersaing pada tingkat nasional dan Internasional.

Hal senada yang diungkapkan Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo, menurutnya, melalui kegiatan ini sekolah mampu mengukur kemampuan yang dimilikinya.

“Poin pentingnya adalah, sekolah bisa mengukur seberapa besar proses belajar mengajar yang mereka sudah lakukan, kemudian diuji cobakan, karena di lomba ini ada yang bersifat mata pelajaran, karakter, ekskul, dan yang lainnya. Makanya disitu bisa dilihat masing sekolah sejauh mana sudah menerapkan di sekolah, kedua menumbuhkan jiwa kompetisi diantara mereka,” paparnya.

None, sapaan Irman Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas pendidikan di Sulsel juga membutuhkan pengembangan diluar sekolah, untuk itu kegiatan ini dilangsungkan.

“Dia tidak di sekolah saja, tapi diajak keluar sekolah untuk mengembangkan yang telah didapatkan di sekolah,” ujarnya.

Pada acara ini, akan ada beragam jenis lomba yang dikompetisikan, salah satunya kompetisi Qalam Jamaie. Kompetisi ini merupakan jenis lomba baru yang akan ikut dikompetisikan dalam festival tahunan tersebut.

Kalam Jamaie merupakan choral speaking (paduan suara berbicara), akan tetapi menggunakan bahasa Arab. Para peserta menyanyikan lagu sambil berbalas pantun dan diikuti oleh seluruh peserta sebagai suara latar dengan suara yang kuat dan lantang.

Kalam Jamaie ini populer di Malaysia dan mulai diperkenalkan di seluruh tingkatan pendidikan di Negeri Jiran itu.

“Lomba ini mengedepankan aspek bermain sambil belajar,” ungkap None.

Selain Kalam Jamaie, sebanyak 47 lomba lainnya ikut dipertandingkan, antara lain, Story Telling, Vocal Group, Menyanyi Solo, Band Acoustic, Lomba, Baca Puisi, Tari Berpasangan, Mading 3 Dimensi.

Ada juga lomba Ceramah Agama, Pidato Bahasa Inggris, Karya Ilmiah Remaja, Futsal Competition, Basket Competition, Rangkaian Kegiatan Lomba, Lomba AutoCad, Restoran Service, Tata Boga, Fashion Show, Tata Rias, Menyanyi Solo Lagu Daerah, Merakit Komputer, Video Competition.

Kegiatan ini menjadi ajang unjuk diri bagi sekolah tingkat atas di Sulsel, diikuti oleh 3.794 pelajar se-Sulawesi Selatan. Para peserta terdiri dari pelajar SMA/MA 1.416 orang, SMK 1.178 orang, SMP/MTs 624 orang, dan SD/MI 408.

Ajang ini juga akan melibatkan para peserta dari Sekolah Luar Biasa, baik tingkat SD, SMP, dan SMA. Total ada 168 orang siswa SLB yang akan ikut serta dalam kegiatan ini. (*)


div>