SENIN , 10 DESEMBER 2018

Syahrul Minta Pemkot Bogor Tidak Arogan Hadapi Mahasiswa Sulsel

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 28 April 2017 12:02
Syahrul Minta Pemkot Bogor Tidak Arogan Hadapi Mahasiswa Sulsel

Asrama Mahasiswa Latimojong (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, angkat bicara terkait rencana eksekusi Asrama Mahasiswa Latimojong di Kota Bogor. Syahrul meminta agar eksekusi tersebut ditunda sambil menunggu hasil PK yang saat ini tengah berproses di Mahkamah Agung.

Syahrul mengaku telah melakukan koordinasi dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Syahrul meminta pihak Pemerintah Kota Bogor serta Kapolres setempat agar tidak arogan dengan menggunakan kekerasan dalam menangani perkara ini. Hal ini untuk mengantisipasi masalah yang lebih besar, katanya.

Terkait penolakan dari mahasiswa yang sudah menempati asrama tersebut selama bertahun-tahun, Syahrul mengimbau agar tetap tenang. Semua pihak diharapkan tidak terpancing dengan isu yang beredar dan bersama-sama menunggu hasil dari proses hukum yang tengah ditempuh Pemprov Sulsel saat ini.

Seperti diberitakan, Pengadilan Negeri Bogor berencana untuk mengeksekusi atau mengambil alih secara paksa Wisma Latimojong di Jalan Semeru Nomor 27 Kota Bogor.

Eksekusi tersebut berdasarkan surat penetapan ketua PN Bogor tanggal 30 Desember 2016 dengan nomor: 17/Pdt/Eks/2016/PN.Bgr jo No.61/Pdt.G/2012/PN.Bgr.

Namun di sisi lain, Pemprov Sulsel tetap berusaha mempertahankan tempat domisili mahasiswa asal Sulsel yang tengah menuntut ilmu di Kota Hujan tersebut melalui proses hukum lanjutan.


div>