SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Syahrul Puji War Room Pemkot Makassar

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 11 Desember 2017 20:08
Syahrul Puji War Room Pemkot Makassar

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat di Kantor Balaikota, Senin (11/12)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo puji War Room CCTV yang terletak di lantai 10 Kantor Balai kKta Makassar. Hal itu diakui Syahrul saat menemui Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, Senin (11/12).

Dalam pertemuannya, Danny Pomanto- sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto mengajak Gubernur Syahrul melihat kondisi war room Pemkot usai menghadiri peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa di Monumen Perjuangan Korban 40.000 jiwa, Kalukuang Makassar.

Ini adalah kunjungan pertama kalinya Syahrul meninjau di kantor peninggalan penjajahan Belanda yang terletak di Jalan Ahmad Yani itu. Syahrul berkunjung ke beberapa ruangan, termasuk dua ruangan baru di kantor yang dibangun antara tahun 1918 hingga 1922.

Wali kota inovatif itu juga menjelaskan cara kerja ruangan tersebut dan keunggulan lain yang dimiliki. “Dari ruang kontrol ini Pak Gub semua bisa dilihat dan dipantau,” kata Danny.

Di dalam ruangan kontrol itu terpampang layar lebar melengkung dalam konfigurasi 7X3 wall matrix. Layar itu menampilkan tayangan real time 115 CCTV Full HD PTZ yang telah ditempatkan di titik-titik strategis.

“Pemerintah kota selanjutnya akan menambah kamera CCTV hingga 128 titik lagi yang sementara tahap penyelesaian untuk integrasinya,” ujarnya.

Di hadapan Syahrul, Danny juga menjelaskan sistem pengeporasian war room yang dikelola Pemkot diakui sudah sangat canggih dari kota-kota lainnya. Karena selain berfungsi sebagai kamera pemantau dan trafik jalan dan dapat melakukan zooming berkali-kali, teknologi kamera infra merah, dan berputar 360 derajat.

“Kemampuan menyimpan data rekamannya mampu hingga 5 tahun lamanya, dan dari sejumlah server yang berada di ruangan Datacenter TIER 2 pada War Room, yang juga dilindungi dengan firewall,” jelasnya.

Selain itu pula, di war room ini juga menampilkan dan melakukan analisa data kependudukan, pemantauan cuaca dan iklim, serta aplikasi tracking GPS pada semua kendaraan layanan publik milik Pemkot Makassar, sebagai kesatuan Carester (Care and Rescue Center) Kota Makassar dengan layanan Nomor tunggal panggilan darurat 112.

Dengan kekuatan personil 33 orang yang terbagi dalam tiga 3 shif bertugas selama 24 jam sehari, mampu melakukan crawling media sosial yang akan segera integrasi dan mendukung Badan Siber Nasional (BSN),

Strategi inti lainnya adalah penggunaan platform open data, penyatuan layanan publik dalam satu platform, integrasi dengan konvergensi network, dan memulai integrasi seluruh sistem untuk dijadikan Decision Support Sistem (DSS) melalui BIG DATA yang terbangun.

“Fasilitas ini sifat strategis, maka war room ini mempunyai pengaman yang sangat ketat, dimana Satuan Polisi Pamong Praja, didukung pula oleh pengawalan dari TNI,” ungkapnya.

Usai memantau ruang kontrol tersebut, Syahrul mengaku sangat mengapresiasi inovasi teknologi yang dilakukan pemerintah kota. “Ini sangat strategis sekali. Intinya kita sangat apresiasi inovasi yang sudah dilakukan oleh pemerintah kota ini,” pungkasnya. (*)


div>