SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Syahrul Soft Launching Flyover KA di Barru

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 01 Maret 2017 23:11
Syahrul Soft Launching Flyover KA di Barru

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri), menghadiri soft launching flyover yang menjadi fasilitas pendukung kereta api Trans Sulawesi‎ di Kabupaten Barru, Rabu (2/3). foto: ashar abdullah/rakyatsulsel.

BARRU, RAKYATSULSEL.COM – Kereta api Trans Sulawesi akan mulai difungsikan pada April 2018 mendatang. Minimal, untuk mengangkut komoditi tambang berupa semen dan marmer.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menyampaikan hal tersebut di sela-sela soft launching flyover yang menjadi fasilitas pendukung kereta api Trans Sulawesi‎ di Kabupaten Barru, Rabu (2/3).

“Kita coba fungsikan sekitar 30 kilometer dulu pada April 2018. Paling tidak, rakyat tahu kalau ini sudah bisa difungsikan,” katanya.

‎SYL mengungkapkan, sudah menjadi komitmen pemerintah provinsi dan pusat untuk menyelesaikan sekira 30 kilometer bahkan lebih pada tahun ini. Pada tahun 2019, kemungkinan bisa diselesaikan di atas 100 kilometer.

“Berdasarkan pertemuan saya dengan Presiden beberapa kali, Presiden sangat serius dan menjadikan proyek ini sebagai prioritas. Saya harap, masyarakat bisa ikut mendorong untuk kelacaran proyek ini,” ujarnya.

SYL mengatakan, Bupati Barru juga membangun komitmen pasti bahwa rakyat butuh kereta api. Jalur kereta api tersebut juga akan menjadi jalur pariwisata, karena rel melewati jalur gunung dan pantai. “Proyek ini berproses multiyears, kita harap bisa jalan terus dan April 2018 kita bisa gunakan,” imbuhnya.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perkeretaapian Trans Sulawesi, Hendry Hidayat‎, menambahkan, jika tidak ada hambatan, kereta api Trans Sulawesi sudah bisa difungsikan pada April 2018, sesuai harapan Gubernur Sulsel. Sejauh ini, proses pembebasan lahan tidak mengalami hambatan berarti.

Terkait anggaran, Hendry mengungkapkan, pemerintah pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp 219 miliar untuk pembebasan lahan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sedangkan untuk fisik, tersedia anggaran Rp1,4 triliun yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara.‎ (***)


div>