• Selasa, 23 Desember 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Syahrul: Sulsel Provinsi Terbaik Di Indonesia

Serahkan 183 Hand Traktor Untuk Petani Soppeng

Kamis , 29 November 2012 12:27
Total Pembaca : 543 Views
Syahrul Yasin Limpo (SYL)

Baca juga

SOPPENG – Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, memberikan bantuan berupa 183 hand traktor untuk petani Soppeng. Bantuan tersebut diserahkan pada acara Jambore PKK dan Mabigus Pramuka se-Kabupaten Soppeng, di Kawasan Waduk Ompo, Rabu (28/11).

Gubernur yang juga Ketua Dewan Penyantun TP PKK Sulsel, berharap, Jambore PKK dan Mabigus Pramuka dapat meningkatkan kemampuan Pramuka dan kader PKK. “Kegiatan ini juga membuktikan kalau di Soppeng ini, hadir power of trust, kemauan dan tekad untuk melihat Kabupaten Soppeng lebih baik lagi ke depannya,” terangnya.

Syahrul mengungkapkan, saat ini, Sulsel merupakan provinsi terbaik di Indonesia. Hal tersebut, tidak terlepas dari kontribusi Kabupaten Soppeng. “Untuk beras, kita bisa surplus, overstok hingga dua juta ton per tahun, tentunya karena ada kontribusi Soppeng di dalamnya,” pungkasnya.

Bupati Soppeng, Andi Soetomo, mengatakan, kegiatan Jambore PKK dan Mabigus Pramuka, merupakan sinergitas diantara komponen masyarakat yang bermuara pada terciptanya kehidupan berkualitas. Eksistensi PKK dan Pramuka telah memberikan kontribusi dan hasilnya dirasakan masyarakat.

“Kehadiran Pramuka dan PKK di tengah-tengah masyarakat telah memberikan kontribusi yang cukup besar dan hal itu tidak bisa kita pungkiri,” kata Soetomo.

Soetomo juga mengucapkan terima kasih atas bantuan 183 hand traktor yang diberikan Gubernur Sulsel. Dia berharap, dengan bantuan tersebut, mekanisasi pertanian akan berjalan dengan baik di Kabupaten Soppeng.

Sementara, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel, Ayunshri Syahrul, mengatakan, Jambore PKK diharapkan dapat menjadi forum interaksi dan bisa menambah wawasan para kader PKK untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. TP PKK sebagai salah satu mitra pemerintah, memiliki potensi besar dalam mendukung program pemerintahan. “Kader PKK berperan sebagai pendamping masyarakat untuk menerjemahkan program-program pemerintah,” ungkapnya.

Dia berharap, para kader PKK dapat berperan mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan yang dimulai dari keluarga. Utamanya, memperkuat kelembagaan dan kebijakan yang mendukung eksistensi PKK menjadi lembaga yang mandiri dan tangguh. “Saya berharap, para kader bisa mewujudkan SDM yang tangguh, berwawasan dan mandiri,” harapnya.

Ayunshri, menambahkan, berdasarkan Rapat Kerja Nasional VII, anggota PKK sudah bisa terlibat dalam politik praktis, bahkan memimpin sebuah partai politik. Sehingga, mereka bisa duduk di legislatif untuk menyuarakan aspirasi rakyat. “Hasil rapat kerja nasional ini harus kita dukung dan kita sosialisasikan,” imbaunya. (RS5/D)