KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Syamsari Kitta Berbagi Cerita Pilkada Takalar di Parepare

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 29 Maret 2017 00:52
Syamsari Kitta Berbagi Cerita Pilkada Takalar di Parepare

Asriadi Samad (kiri) dan Syamsari Kitta (kanan).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Calon Bupati terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Takalar, Syamsari Kitta, mengunjungi Kota Parepare. Syamsari didampingi pengurus Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sulawesi Selatan (Sulsel) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Asriady Samad, dan salah seorang rekannya Kamal Jasmin.

Syamsari berkunjung di Kota kelahiran BJ Habibie tersebut, dalam rangka berlibur dan menikmati segarnya udara pantai disepanjang Mattirotasi, setelah lelah dalam menghadapi Pilkada. Dalam kesempatan tersebut, Syamsari menceritakan pengalaman dalam menghadapi Pilkada Takalar.

Dia mengatakan, Pilkada kali ini merupakan pertarungannya yang ketiga kalinya. Menurutnya, Pilkada adalah kerja-kerja ilmiah, yang membutuhkan data ril dan ditindaklanjuti di lapangan. “Alhamdulillah kami didampingi Jaringan Survei Indonesia (JSI), dengan tips yang diberikan, kami disiplin menjalankannya dan akhirnya memenangkan Pilkada,” katanya, Selasa (28/03/2017).

Dia mengemukakan, antara petahana dengan dirinya, dari segi elektabilitas selisihnya jauh. Namun, kata dia, indikator terpenting dalam Pilkada yaitu, efektif bekerja di lapangan dan memiliki kans yang terukur, serta dalam setahun minimal dievaluasi empat kali. “Ya, kami juga termasuk diuntungkan dengan posisi head to head,” ujarnya.

Saat disinggung terkait tips untuk figur di Parepare yang memiliki niat bertarung dengan petahana, dia mengungkapkan, semua kembali kepada pribadi setiap figur. “Jika memang mau maju sebagai 01 maju saja, tanpa memikirkan apapun, dan bukan pula faktor uang. Memang menunjang tapi bukan penentu,” jelasnya.

Sementara, Asriadi Samad, memaparkan, kehadiran sosok Syamsari dalam Pilkada Takalar, juga memberikan warna baru bagi masyarakat. Karena, kata dia, dengan model demokrasi saat ini, siapa yang bagus idenya, dan lebih dekat masyarakat, maka itu yang akan dipilih.

“Jadi tidak ada jaminan bahwa petahana pasti selalu unggul. Syamsari memberikan kita inspirasi bahwa, kandidat pendatang baru yang dinilai tidak kuat, ternyata tidak demikian. Namun, semua itu tergantung usaha, doa dan nasib,” terangnya.

Demokrasi, lanjut dia, juga bukan hanya merangkul satu kalangan saja. Sehingga, tambah dia, harus merangkul semua elemen, dan Syamsari mampu mewujudkan hal tersebut di takalar. “Yang terpenting adalah kami dengan Partai NasDem, mampu membentuk poros baru. Ini juga pertama kalinya kader PKS terpilih sebagai Kepala Daerah di Sulsel,” tandasnya. (Luki)


Tag
div>