MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Syamsuddin Kena Getahnya

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 02 Desember 2016 11:31
Syamsuddin Kena Getahnya

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Ketua Golkar Pangkep Syamsuddin Hamid bisa jadi sedang resah. Itu setelah adiknya Syamsul Hamid bergabung dengan Partai NasDem.

Keputusan Samsul bergabung dengan partai bentukan Surya Paloh itu jelas akan mengancam posisi Syamsuddin Hamid sebagai Ketua Golkar di Pangkep. Bupati Pangkep tersebut terancam kehilangan jabatannya di beringin.

Syamsuddin sendiri diketahui kembali memimpin Golkar Pangkep setelah terpilih aklamasi pada Musda, Sabtu (26/11) lalu. Hal itu pun kemudian menjadi catatan sejarah bagi Syamsuddin karena telah terpilih menjadi Ketua DPD II Golkar Pangkep untuk yang ketiga kalinya.

Namun berselang empat hari setelah ditetapkan sebagai Ketua DPD II Golkar Pangkep, saudara kandung Syamsuddin Hamid yakni Syamsul Hamid malah memilih bergabung dengan Partai NasDem. Dalam Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Musda, Ketua Ketua Golkar tidak boleh memiliki saudara sedarah berada pada partai lain. Aturan ini bisa menjadi bumerang bagi Syamsuddin.

Terkait hal itu, Wakil Koordinator Bidang (Korbid) Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid mengatakan bahwa Syamsuddin Hamid terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Pangkep sebelum adiknya memutuskan untuk berada pada barisan partai lain.

“Oleh karena itu kami dari pihak DPD I Golkar Sulsel akan mempertanyakan hal ini kepada Pak Syamsuddin, apakah informasi itu benar atau tidak,” kata Kadir melalui sambungan telepon miliknya, Kamis (1/12).

[NEXT-RASUL]

Ia menambahkan, informasi yang beredar bahwa adik dari Syamsuddin Hamid bergabung dengan Partai NasDem baru tersiar kemarin. “Saya juga baru dengar itu informasinya kemarin, makanya kita belum bisa memberikan keterangan sebelum ada konfirmasi dari Pak Syamsuddin secara langsung,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel itu mengatakan dirinya belum bisa memutuskan mengenai hal informasi tersebut. Yang pasti kata Kadir, dirinya mengaku akan membahas hal tersebut bersama pengurus DPD I lainnya.

“Saya tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak, karena kan ini belum jelas juga. Namun, kami akan bahas hal ini di DPD I Golkar Sulsel untuk mencari jalan keluar yang tepat,” ujarnya.

Adapun ketika ditanya, ketika hal itu terbukti bahwa adik kandung Syamsuddin bergabung dengan Partai NasDem, Kadir mengatakan hal itu akan dilakukan evaluasi. “Tergantung dari kesepakatan hasil rapat di DPD I Golkar Sulsel. Apakah itu nantinya kita akan evaluasi atau masuk dalam ranah diskresi,” pungkasnya.

Senada dengan Kadir Halid, Wakil Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Kepartaian DPD I Golkar Sulsel, Arfandy Idris mengatakan aturan dalam Juknis dan Juklak Musda mutlak untuk dilaksanakan. “Juknis dan Juklak itu kan dibuat sebagai dasar dalam melaksanakan Musda,” kata Arfandy.

Adapun mengenai Juknis dan Juklak yang menyebutkan bahwa keluarga sedarah dalam garis lurus dan kebawah untuk tidak menjadi pengurus partai dalam satu wilayah, Arfandy menjelaskan jika yang dimaksud tersebut adalah antara anak dan bapak serta saudara kandung.

[NEXT-RASUL]

“Juknis itu kan sudah jelas, bukan hanya garis lurus atas dan ke bawah tapi juga ke samping. Maksudnya adalah Ketua Golkar itu tidak boleh ada keluarganya baik itu anaknya atau bapaknya, istrinya hingga saudaranya berada pada partai lain,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, ketika hal ini ada ditemukan maka DPD I Golkar Sulsel akan melakukan evaluasi. “Tentu kita akan evaluasi kalau memang ada kejadian seperti ini,” kata Arfandy.

Khusus untuk kasus yang terjadi di DPD II Golkar Pangkep, politisi Golkar asal Bantaeng ini mengaku akan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan. “Tentu kita akan meminta klarifikasi dulu sama Pak Syamsuddin, sebelum kita mengambil keputusan,” ungkapnya.

Adapun untuk Musda DPD II Golkar Bulukumba yang akan diikuti oleh Hamzah Pangki sedang saudara kandungnya kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bulukumba, Arfandy mengaku tidak ingin mengomentari hal tersebut. Pasalnya, kata dia, Musda DPD II Golkar Bulukumba belum dilaksanakan.

“Kalau yang di Bulukumba saya kira kan belum Musda, jangan mi dulu itu lah. Yang pasti kita akan terus pantau pelaksanaan Musda yang ada di daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Golkar Pangkep, Syamsuddin Hamid mengaku, apa yang disepakati antara Ketua NasDem Sulsel Rusdi Masse dan adiknya Syamsul Hamid harus dibicarakan lebih dulu.

Dirinya menilai jika hal tersebut, harus dibicarakan ditengah keluarga. “Meski semua punya hak berpolitik, tapi harus dibicarakan dulu utamanya di keluarga. Tidak boleh langsung begitu (bergabung),” jelas Syamsuddin.

[NEXT-RASUL]

Syamsuddin menyebutkan, jika Syamsul Hamid sendiri, hingga saat ini masih menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Pangkep. “Dia (Syamsul Hamid) itu Ketua AMPG di Pangkep,” bebernya.

Sebelumnya, Rabu (30/11), Rusdi Masse bertemu dengan adik bupati Pangkep, Syamsul Hamid. Rusdi dengan tegas menyatakan jika Syamsul Hamid resmi gabung NasDem, bahkan SK Kepengurusannya akan segera diterbitkan. (E)


div>