RABU , 21 NOVEMBER 2018

Syamsuddin: Orang Sakit Hati itu yang Sebar Isu Ijazah Palsu

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Senin , 15 Februari 2016 18:10

PANGKEP,RAKYATSULSEL.COM – Bupati Pangkep terpilih, Syamsuddin A Hamid kembali menegaskan jika ijazah SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang dia digunakannya mendaftar sebagai calon bupati Pilkada Serentak adalah ijazah asli.

Ia bahkan menyatakan siap mundur jika ijazahnya tersebut adalah ijazah palsu seperti yang dituduhkan sekelompok orang. Hal ini dikatakan Syamsuddin dalam Silaturahmi Akbar alumni SMP Negeri 1 Labakkang di rumah adat Kerajaan Labakkang, Senin (15/2).

Dihadapan teman sekolahnya dan seluruh alumni, Syamsuddin mengaku sudah gerah dengan tuduhan yang diakuinya sangat menyakitkan tersebut. Ia menuturkan, meski selama ini ia hanya diam, namun bukan berarti ia tidak peduli. Ia meminta, kepada semua pihak untuk segera menghentikan segala polemik tentang keaslian ijazahnya.

“Sudahmi, berhentilah menebar isu di masyarakt bahwa ijazah saya palsu. Saya tegaskan, kalau ijazah saya palsu maka saya akan mundur dari jabatan bupati Pangkep. Yang pasti ini teman-teman sekolah saya dan guru-guru saya masih hidup yang siap bersaksi bahwa ijazah saya asli,” kata Syamsuddin.

Menurutnya isu ijazah palsu tersebut adalah isu orang-orang sakit hati yang tidak berdasar dan tidak terima hasil pilkada. Menurutnya, pilkada sudah selesai dan berbagai isu yang dinilainya merendahkannya secara pribadi dan keluarga sebagai upaya untuk mengacaukan daerah dan menggagalkan pelantikannya sebagai bupati Pangkep hasil pilkada 2015.

“Orang sakit hati itu yang menyebarkan isu ijazah palsu. Mereka tidak terima hasil pilkada. Memang namanya pilkada harus ada yang menang dan ada yang kalah. Kalau orang kalah mau dilantik apalagi yang menang? makanya janganmi bermimpi. Kalau tidak terima silakan tunggu lima tahun lagi, tidak usah macam-macam,” tegasnya.

“Ada isu katanya mereka mau menggagalkan pelantikan. Pelantikan saya bisa gagal kalau tuhan yang mau, kalau mau orang itu tidak mungkin. Nanti matika baru tidak dilantik, atau kalau mau menggagalkan saya dilantik silakan hadang saya dluasa kalau mau ke Makassar,” lanjutnya.


div>