JUMAT , 14 DESEMBER 2018

SYL Belum Tahu Isi Surat yang Diserahkan Ngabalin

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 02 Agustus 2018 14:28
SYL Belum Tahu Isi Surat yang Diserahkan Ngabalin

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Sidrap, Rusdi Masse. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL. COM – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem Bidang Hubungan Daerah, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengaku belum mengetahui isi surat yang diserahkan Juru Bicara Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, Rabu (1/8) lalu. Meskipun, Ngabalin sudah menjelaskan jika surat tersebut terkait ditariknya SYL bergabung ke Istana Negara, sebagai Staf Ahli Presiden Bidang Pemerintahan Daerah.

“Saya belum tahu isi pasti suratnya. Tapi sebagai Ketua DPP NasDem, tentu etikanya saya harus lapor Ketua Umum dulu, Pak Surya Paloh,” kata SYL, Kamis (2/8).

Ia mengaku, akan melaporkan langsung hal tersebut ke Surya Paloh secepatnya. Tentunya, Surya Paloh sebagai ketua umum akan memandang hal ini secara arif dan bijaksana.

“Partai NasDem adalah partai pemerintah, sehingga tentunya jika dibutuhkan dalam hal apapun, sepanjang itu untuk kepentingan bangsa dan negara, tentu siap,” tegasnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia Ali Mochtar Ngabalin datang ke Makassar untuk memberikan surat langsung kepada SYL. Surat yang diserahkan oleh Ngabalin berwarna putih yang masih tersegel rapat dengan tulisan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, berwarna hitam dengan gambar Istana Presiden berwarna emas.

“Saya datang ke Makassar ini atas nama Kepala Staf Kantor Kepresiden Republik Indonesia, Panglima TNI Jendral (Purn) Moeldeko,” kata Ngabalin.

Tenaga ahli utama setingkat dengan eselon 1B di Kedeputian IV KSP dan Juru Bicara Presiden itu membawa surat spesial. “Untuk Doktor Haji Syahrul Yasin Limpo, mantan Gubernur Sulsel, tugas penting ini saya datang. Dan beliau sebagai kader Partai Nasdem, ada koordinasi penting yang harus dilakukan, dengan pimpinan partai dengan kader-kader terbaik Partai NasDem,” ujarnya.

Ia memberikan bocoran bahwa negara membutuhkan orang-orang pintar, memiliki kemampuan intelektual, knowledge (pengetahuan) seperti SYL. “Presiden Jokowi membutuhkan orang -orang yang punya pengalaman dan network karena itu saya datang ke Makassar, membawa surat khusus dari Staf Kepresidenan RI,” bebernya.

“Saya berjumpa Beliau, Saya senang, Saya bahagia, tinggal nanti apa keputusan dan waktu dimiliki Pak Syahrul karena partai membutuhkan beliau,” lanjutnya.

Ia pun merasa yakin akan ada momentum yang tepat untuk melaporkan pada Presiden Jokowi terhadap betapa pentingnya seorang SYL untuk kepentingan bangsa dan negara. Mendukung kerja-kerja presiden yang besar dan berat khususnya di Kantor Staf Kepresidenan.

Untuk surat khusus dari KSP ini pun, Ia tidak berani buka surat tersebut dan tidak mengetahui isinya. “Karena saya hanya bawa, karena rahasia negara, saya harus serahkan pada beliau, nanti kita liat,” ujarnya.

Apakah untuk tawaran untuk SYL menjadi tenaga ahli, Ngabalin hanya menjawab secara diplomatis.

“Kalau negara yang perlu tentu, sama dengan saya, saya inikan kader Partai Golkar, presiden membutuhkan saya sebagai mulut, mata dan telinga presiden, sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Kepresidenan,” imbuhnya. (*)


div>