KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

SYL Efek, Ubah Konstalasi Dukungan di Pilgub

Reporter:

Suryadi - Al Amin - Alief

Editor:

asharabdullah

Rabu , 11 April 2018 12:50
SYL Efek, Ubah Konstalasi Dukungan di Pilgub

Dok. RakyatSulsel

– Lawan IYL – Cakka Patut Was-was

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Walaupun tidak lagi menjabat Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dipastikan masih memiliki pengaruh yang cukup besar. Terang-terangan berada di barisan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), akan menambah kekuatan pasangan nomor urut empat ini.

Direktur Lembaga Survei Indeks Politika Indonesia, Suwardi Idris Amir, mengungkapkan, pasca mengumumkan berada di barisan Punggawa Macakka, SYL akan memberikan pengaruh terhadap konstalasi dukungan. Namun, ia belum bisa memastikan, apakah sikap politik SYL tersebut akan signifikan atau tidak, sebab dibutuhkan riset dan survei mendalam kepada masyarakat Sulsel.

“Pengaruhnya pasti ada, tapi kita tidak bisa berandai-andai, sebab hal ini masih perlu dilakukan riset atau survei terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pengaruhnya signifikan atau tidak,” kata Idris, Selasa (10/4).

Menurut Idris, pengaruh SYL saat menjabat gubernur dan setelah tidak menjabat, tentu akan berbeda. Sehingga, untuk melihat pengaruhnya terhadap elektabilitas IYL – Cakka, harus melalui kajian.

“Pengaruh SYL saat menjabat dan setelah tidak menjabat pasti sudah beda, sehingga memang harus ada kajian untuk melihat itu. Kami sementara akan melakukan kajian dan riset tersebut terhadap dua pasang kandidat ini. Tunggulah,” tutupnya.

Adanya SYL efek terhadap elektabilitas Punggawa Macakka, juga diakui Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad. Ia mengatakan, dukungan SYL kepada IYL – Cakka di Pilgub Sulsel tersebut, tentu sangat berpengaruh. Apalagi, SYL dikenal sebagai politisi andal dan sangat ahli dalam mengatur strategi pemenangan.

“Kalau saya melihatnya, Pak SYL inikan mantan gubernur dua periode. Tentu dukungannya kepada IYL sangat mempengaruhi elektabilitas pasangan ini,” kata Firdaus.

Namun di sisi lain, SYL sebagai kader NasDem juga dituntut untuk menunjukkan ketegasan dan konsistensinya, jika tak ingin dianggap melanggar perintah partai. Mengingat, NasDem mengusung pasangan Nurdin Halid – Aziz Kahar Mudzakkar (NH – Aziz) di Pilgub Sulsel.

“SYL harus tegas dan konsisten, apakah fokus bekerja untuk partai, yang berarti bekerja untuk usungan NasDem yakni NH-Aziz atau mendukung IYL-Cakka,” ujarnya.

Firdaus menilai, sejak awal orang sudah mengetahui jika SYL bergabung ke NasDem untuk kepentingan melanglang buana ke tingkat nasional. Sehingga, bisa jadi SYL memang tidak difokuskan untuk kepentingan di Pilgub Sulsel. Keterlibatan SYL di NasDem diperkirakan akan dimaksimalkan setelah pilgub usai, sehingga untuk saat ini SYL hanya bekerja untuk IYL.

“SYL kan diminta oleh Surya Paloh untuk bergabung. Tujuannya jelas, yakni untuk menyasar ke panggung nasional. Jadi SYL sendiri saya kira tidak terikat dalam hal dukungan di pilgub,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, NH menanggapi santai soal manuver SYL. Ia menegaskan, dukungan SYL tidak akan berdampak pada NasDem yang telah berkomitmen mendukung dirinya. Kader NasDem akan tetap setia bersama NH – Aziz, begitu juga dengan partai pengusung lainnya.

“Tidak masalah SYL dukung siapapun, tidak berpengaruh. Bagi NH-Aziz, NasDem yang dipimpin Rusdi Masse dan Syahar masih setia bersama kami, begitu juga kader lainnya,” jawab NH.

Sebelumnya, Jubir NH-Aziz, M Risman Pasigai, mengatakan, sebagai kader NasDem, SYL seharusnya patuh terhadap usungan partai dari awal.

“Jujur, waktu beliau (SYL) di Golkar malu-malu kucing mendukung IYL-Cakka. Kenapa saat di NasDem, beliau terang-terangan mendukug,” kata Risman Pasigai.

Ia berharap, Partai NasDem tidak mengecewakan NH-Aziz. Setidaknya, bila ada kadernya yang tidak patuh, diberikan sanksi sesuai aturan partainya.

“Mari saling menjaga dan saling membantu. Kalau ada kadernya terang-terangan melawan dengan tidak mendukung NH-Aziz, sejatinya partai menertibkan kadernya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP NasDem, Johhny G Plate, mengaku baru mengetahui kabar soal dukungan SYL ke IYL – Cakka. Namun, Johhny mengingatkan, perhelatan pilkada yang berlangsung jangan sampai merusak hubungan silaturahmi antar keluarga.

“Tapi jangan pertentangkan itu. Pilkada tidak bermaksud untuk adik-kakak disuruh bermusuhan. Tidak bermaksud lah itu,” singkat Johnny.

Sementara, tim pemenangan Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo (Agus – TBL), Andry Arif Bulu, mengatakan, pihaknya sangat diuntungkan dengan pamor Agus – TBL selaku pejabat pemerintah. Menjabat sebagai wakil gubernur mendampingi SYL selama dua periode, tidak sulit bagi tim untuk memperkenalkan namanya di hati masyarakat.

“Pasangan SYL selama dua periode kan Pak Agus. Jadi, sosok Pak Agus punya nilai luar biasa di masyarakat Sulsel,” kata Andry.

Ia menambahkan, Agus sebelumnya pernah terpilih dua periode sebagai anggota DPRD, dan dua periode sebagai Wagub Sulsel, membuat ketokohannya tidak diragukan. Ditambah sosok Tanribali, pernah jadi gubernur di empat provinsi, sekaligus dirjen pamong senior di Kemendagri.

“Ini merupakan kombinasi yang sangat ideal bagi masyarakat dan Provinsi Sulsel. Jadi, soal Pak SYL yang terang-terangan menyampaikan sikap politiknya ke publik, tidak akan memberikan pengaruh kepada kami,” pungkasnya. (*)


div>