KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

SYL Ground Breaking Mayang ASA

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 24 Agustus 2017 19:00
SYL Ground Breaking Mayang ASA

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meresmikan prasasti Sayang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, Kamis (24/8). Foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama Gedung Perawatan Rumah Sayang Anak Bangsa (Mayang Asa). Selain itu, juga meresmikan prasasti Sayang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, Kamis (24/8).

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat Sri Fauziah mengatakan, rencananya gedung Mayang Asa ini akan digunakan untuk pasien korban narkotika.

Sebelumnya, RSUD Sayang Rakyat sudah memiliki satu gedung yang dibangun setahun lalu untuk merawat pasien korban narkoba.

Dia melanjutkan, rumah sakit milik Pemprov Sulsel tersebut dibangun dan beroperasi tahun 2012. Kemudian pada tahun 2016 mendapat akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit Nasional.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas dan pelayan, tahun ini kami melakukan penambahan infrastruktur dengan membangun gedung perawatan Mayang Asa. Ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan tepat setahun lalu (18/8/16) Pak Gubernur tahun lalu yang meminta ada pembangunan gedung baru untuk melayani pasien narkoba,” ungkapnya.

Gedung Mayang Asah rencananya akan dibangun tiga lantai. Jika gedung yang ada saat ini hanya mampu menampung sekitar 15-20 pasien, Mayang Asa dibangun dengan kapasitas 100 pasien.

Sri menambahkan RSUD Sayang Rakyat ini sangat strategis untuk pelayanan korban narkotika.

“Kami menargetkan bisa menjadi pusat pelayanan koban narkotika untuk Kawasan Timur Indonesia,” jelasnya.

Mayang Asah menggunakan Dana Alokasi Khusus 2017 sebesar Rp5,537 miliar. Ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo SYL mengapresiasi pembangunan gedung baru tersebut.

“Dengan ditambahnya gedung baru diharapkan rumah sakit ini lebih modern dan maju. Jika yang lain hanya berbicara bahaya darurat narkoba, kita mencarikan jalan keluar dan solusi, ini bagian dari upaya menyelamatkan anak-anak kita,” sebutnya.

Syahrul Yasin Limpo berharap RSUD Sayang Rakyat bisa melakukan terobosan di bidang kesehatan. Gedung ini menjadi solusi dari gerakan Indonesia memerangi bahaya narkoba. (*)


div>