SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

SYL-IA Saling Kebut Di Dua Megaproyek

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Minggu , 09 September 2012 20:15

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Mendekati akhir masa jabatannya, dua pemimpin daerah makin ngebut menyelesaikan dua megaproyek yang menjadi rintisannya. Pemprov Sulsel saat ini terus menggenjot penyelesaian kawasan Center Point of Indonesia (CPI), sedang Pemkot Makassar memastikan dapat merampungkan Reklamasi Pantai Losari Desember 2012 mendatang. Bahkan, konsepnya, dua megaproyek yang terletak di Pantai Losari itu akan menyatu. Saling bersambungan.

Agar megaproyeknya cepat selesai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel saat ini menggenjot penyelesaian kawasan CPI. Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, proyek CPI tetap berjalan dan konsepsinya sudah ada. Apalagi, saat ini sudah disiapkan akses jalan masuk untuk kawasan tersebut dan pembangunannya dilakukan secara bertahap karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Paling tidak, dibutuhkan anggaran Rp900 miliar untuk merampungkan proyek tersebut. “Nilai ini sangat besar dan tentunya tidak akan cukup jika hanya mengandalkan APBD. Karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya lain, termasuk melibatkan pihak ketiga,” kata Syahrul, Sabtu (8/9).

Sesuai rencana, kata Syahrul, CPI akan dilengkapi dengan dua jalan layang selebar 40 meter, waterway, monorail dan busway. Monorail di CPI akan menghubungkan kawasan megah ini ke pusat Kota Makassar dan Bandara International Sultan Hasanuddin. Dikawasan tersebut juga akan dibangun wisma negara.

“Saat ini, Pemprov Sulsel masih berusaha merampungkan kerjasama dengan pihak ketiga yang akan melakukan penimbunan. Pasalnya, anggaran yang dibutuhkan cukup besar, mencapai Rp2 triliun,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Andi Bakti Haruni, mengatakan, dilibatkannya pihak swasta dalam pembangunan CPI tersebut karena terbatasnya anggaran, baik dari APBD maupun APBN. “Saat ini masih tahap negosiasi dengan pihak ketika yang akan melakukan penimbunan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel, Suprapto Budi Santoso, mengungkapkan, di CPI sudah mulai terpancang sekitar 30 tiang beton. Proyek ini bagian pembangunan plaza yang menjadi area publik baru Kota Makassar yang dibangun Pemprov Sulsel. Pemasangan tiang beton yang dibuat melingkar dengan diameter mencapai 500 meter dijadwalkan rampung akhir tahun ini. “Jejeran tiang beton ini menjadi penahan tanah timbunan sekaligus pengaman pantai,” jelasnya.

Pemasangan tiang beton untuk pembangunan plaza tersebut, kata Soeprapto, menggunakan dana APBN sebesar Rp 35 miliar dan dana APBD Sulsel Rp10 miliar. “Anggaran untuk pembangunan plaza belum cukup untuk dapat merampungkan keseluruhan proyek. Paling tidak, masih membutuhkan dana sekitar Rp15 miliar untuk menyelesaikan keseluruhan dinding penahan timbunan,” terangnya.

Plaza termasuk dalam kawasan yang akan ditimbun oleh investor seluas 100 hektare. Investor yang bekerja sama dengan Pemprov Sulsel mengembangkan kawasan Centre Point of Indonesia, lanjutnya, berkewajiban menyediakan ruang publik.

“Sambil berjalan pemancangan tiang beton, sebenarnya penimbunan sudah dapat dilakukan, sehingga pemasangan tiang dapat rampung hampir bersamaan dengan penimbunannya,” urainya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga berusaha merampungkan reklamasi Pantai Losari yang direncanakan akan dibanguni anjungan Bugis Makassar, Toraja, dan Mandar. Targetnya, 22 Desember 2012 harus rampung. Anggaran yang menelan biaya tambahan APBD ke-2 yang berjumlah Rp 29 miliar itu dimaksudkan menjadi ikon baru di Kota Makassar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar Muhammad Ansar mengungkapkan, jika pembangunan tersebut sampai saat ini belum mengalami kendala. “Insya Allah akan rampung 22 Desember. Jadi masyarakat sudah bisa menggunakannya pada saat memasuki malam tahun baru atau lainnya,” ujarnya saat dihubungi Rakyat Sulsel.

Sementara staff PU Bidang Pembangunan dan Air Khaeruddin yang dikonfirmasi juga mengatakan, pihaknya saat ini tengah merampungkan pengerjaannya. Hanya saja, pihaknya meminta agar masyarakat yang berjualan di area reklamasi Pantai Losari agar menghargai para pekerja di lapangan. “Kendala kita hanya pada pedagang di dalam. Namun kami tetap melakukan pengerjaan yang sudah ditergetkan rampung Desember 2012,” ujarnya kemarin.

Ia menyampaikan, dari tiga rencana pembangunan itu, yang bisa terealisasi pembangunannya untuk sementara Anjungan Bugis Makassar. Untuk Anjungan Toraja dan Mandar akan menyusul. “Anjungan Toraja dan Mandar belum bisa rampung Desember nanti, hanya Anjungan Bugis Makassar yang akan rampung. Tapi untuk pelatarannya tetap akan rampung,” katanya.

Konsep yang diambil dalam pembangunan tersebut menunjukkan simbol kedaerahan. “Akan ada patung Tedong Bonga (simbol Toraja), Patung menenun (ala Mandar) dan Bugis Makassar patung Perahu Phinisi,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pembangunan tersebut akan bersambung dengan proyek CPI yang saat ini dibangun oleh Pemprov Sulsel. “Jadi masyarakat bisa langsung ke CPI karena akan bersambung nantinya,” tambahnya. (RS9-RS1-RS5/D)


Tag
div>