SYL Ikut Keputusan Danny

Kondisi pembangunan Pasar Sentral Makassar, saat diabadikan belum lama ini. foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku telah menetapkan tarif resmi untuk lods di Pasar Sentral Makassar. Harganya, sebesar Rp42.150.000 per meter persegi di luar biaya asuransi dan bunga. Perusahaan Daerah (PD) Pasar Raya sudah membuat Surat Keputusan (SK).

Dia mengaku jika keputusan penetapan harga los sudah disampaikan ke Gubernur Sulsel dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Perhitungan yang dilakukan oleh Danny ini, menurutnya berpatokan dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebesar Rp35 juta per meter.

Namun, perhitungan dari BPKP tidak termasuk biaya umum, marketing, pajak dan bunga. Dengan adanya keputusan harga ini pedagang sudah bisa menempati los yang sudah dibuat oleh PT MTIR selaku pengembang Pasar Sentral.

“Sudah ada pedagang yang masuk. Kita utamakan 800 pedagang dari pasar yang terbakar sebelumnya. Mereka minta kemarin sebelum puasa, makanya kita selesaikan kemarin Sertifikat Layak Fungsi (SLF),” tegasnya diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (19/6).

Harga lods senilai Rp42 jutaan per meter persegi itu lebih mahal dibanding usulan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Seperti diketahui, melalui tim mediasi yang dibentuk Gubernur Sulsel, mengusulkan harga per meternya hanya Rp40 juta. Bahkan usulan ini sudah diberikan sejak dua bulan lalu.

Terkait hal ini, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memaklumi penetapan yang dilakukan oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Dirinya hanya berharap pedagang bisa segera menempati Pasar Sentral.

“Kita ambil hitungannya pemerintah kota. Mungkin itulah yang terbaik untuk rakyat. Saya minta Pak Wali Kota berlakukan secara tegas saja, dari pada lama dan terkatung-katung,” kata Syahrul, di Kantor Gubernur Sulsel, Minggu (18/6). (***)