JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

SYL Minta Ciputra Tepati Janji

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 28 Februari 2018 15:15
SYL Minta Ciputra Tepati Janji

Kawasan Centre Point of Indonesia di Makassar. foto: Dok/rakyatsulsel.

* Serahkan 50,47 Hektare Lahan CPI

MAKASSSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi Sulsel meminta kepada pengembang reklamasi Center Poin of Indonesia (CPI) agar mengikuti perjanjian awal dengan menyerahkan lahan sesuai kesepakatan.

Berdasarkan perjanjian, dari total luas lahan yang direklamasi, Pemprov Sulsel akan mendapat jatah seluas 50,47 hektare. Namun, untuk tahap I, pemprov baru akan diberi 30 hektare.

Ternyata, rencana tersebut mendapat penolakan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Ia menegaskan pihak Ciputra harus menyerahkan lahan 50,47 hektare berdasarkan aturan dan perjanjian yang telah disepakati. “Dari mana dapat infonya? Nggak boleh. Harus semuanya. Tidak boleh 30 hektare. Aturannya harus sesuai perjanjian,” kata Syahrul.

Lebih jauh orang nomor satu itu mengemukakan, sebenarnya dia belum mendengar ada rencana grand launching reklamasi kawasan CPI Maret mendatang. Karenanya, dia tidak mau terlalu banyak berkomentar.

Sementara itu, pihak Ciputra Yasmin rencananya melakukan grand launching reklamasi Centre Point of Indonesia (CoI), Maret mendatang. Saat ini, progres reklamasi sudah mendekati 100 hektare, sesuai target yang harus diselesaikan pada tahap I.

Rencananya, grand launching tersebut akan dilakukan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebelum mengakhiri masa jabatannya.

Sementara itu, GM Ciputra Yasmin Tony Kustono membenarkan jika Maret mendatang, reklamasi CPI tahap pertama akan digrand launching. Namun grand launching yang dimaksud dalam artian memperkenalkan secara menyeluruh kawasan reklamasi yang diberi nama Citraland Losari.

Sebenarnya, kata Tony, untuk aktifitas penimbunan yang dilakukan pihak Boskalis, sekitar 100 hektare sudah rampung. Namun, aktifitas seperti pemadatan dan finishing lainnya masih berproses. Menurut rencana, reklamasi CPI yang direncanakan berbentuk burung garuda. Nah, bagian yang cukup detail harus dikerjakan adalah kepala burung garuda dan sayapnya.

Dia melanjutkan, pihaknya tetap konsentrasi untuk merampungkan 50,47 hektare kawasan CPI yang akan menjadi milik Pemprov Sulsel. Namun, karena 20 hektare lebih masih butuh finishing atau ceklist, maka yang siap diserahkan di tahap pertama sekitar 30 hektare.

“Kita tetap prioritaskan penyelesaian luas lahan reklamasi untuk Pemprov Sulsel. Namun saat ini memang baru 30 hektare yang sempurna. 20 hektare lebih masih butuh ceklist atau finishing,” ungkap Tony. (*)


div>