RABU , 17 OKTOBER 2018

SYL Ogah Nempel ke Kandidat Lain

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 22 April 2016 10:42
SYL Ogah Nempel ke Kandidat Lain

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Ketua DPD I Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), hampir pasti tak akan maju di Munaslub. Itu jika panitia pelaksana menetapkan adanya mahar bagi calon ketua.

Jika demikian, kemana arah dukungan SYL di Munaslub nanti?. Diketahui sebelumnya jika bakal caketum yang sudah lebih dulu mendeklarasikan diri maju di Munaslub, diantaranya Ade Komaruddin, Aziz Syamsuddin dan Priyo Budi Santoso. Namun ada juga nama Setya Novanto dan Airlangga Hartarto yang diprediksi akan bertarung di Munaslub 25 Mei mendatang.

Menanggapi hal itu, SYL mengaku tak ingin berandai-andai dan tetap berjuang. Yang jelas, kata dia, siapa yang bersama dengan dirinya itu yang pasti. “Voters saya tidak lari, siapa yang bilang tidak bertambah? Voters saya terus mendorong untuk maju. Ini belum final,” tuturnya, Kamis (21/4).

“Kandidat lain yang harus nempel ke Syahrul. Bukan Syahrul yang menempel dengan kandidat lain. Aku punya modal kok. Mau siapa yang mau didatangkan ke sini? Itumi tandanya kita punya real voter,” ungkapnya.

Minimal, kata dia, seluruh DPD II di Sulsel dimilikinya. “Siapa bilang saya kecil? Kalian juga saksikan mereka datang sama saya kan? Yang datang 307 (DPD, red) melengket ke kepalanya ada Syahrul, apakah itu dianggap kecil?,” imbuhnya.

Ia pun kembali menegaskan, lebih baik tidak ikut bertanding apabila terdapat mahar caketum yang ditentukan. “Tetapi jangan sampai konotasinya ini cuma mau koalisi atau apa, saya kira tidak. Yang jelas sampai detik ini, saya tetap komit kalau itu pendekatan yang berkonotasi mahar, kalau itu ditentukan nilainya, saya izin boleh gak saya tidak usah ikut,” ucap Gubernur dua periode ini.

[NEXT-RASUL]

“Biar kita orang Sulawesi Selatan jelas karakternya. Kalau kita mau perbaiki negara dan rakyat melalui perpolitikan yang sehat,” ujarnya.

Ia berpendapat, mungkin ada yang menganggap dirinya kenapa terburu-buru apabila menyatakan mundur. “Lebih baik dari awal saya nyatakan sikap. Tetapi apakah saya mundur sekarang? Tidak. Politik dinamis sekali. Menit by menit terjadi pergeseran,” ungkapnya.

“Banyak teman saya yang menelpon di Jakarta bilang maju aja, biar kita yang bayarin. Namun, bukan soal uangnya, ini soal budaya politik yang tidak boleh lagi diberi respon dengan cara liberal seperti itu,” bebernya.

Artinya, kata dia, orang yang bisa bertanding hanya orang yang ada uangnya. Sementara, dirinya ingin bertanding dengan sehat dan penuh idealisme. “Kalau ini diterapkan, berarti Musda di provinsi dan kabupaten nantinya akan ada maharnya juga,” tambahnya.

Terkait hal tersebut, Ketua Tim Pemenangan SYL di Munaslub, HM Roem mengatakan belum memastikan SYL akan mundur atau tidak sebagai bakal calon ketua umum Golkar. Menurutnya, ia akan tetap mendukung seluruh langkah yang akan diambil SYL termasuk akan mengambil formulir pendaftaran.

“Saya belum bisa pastikan Pak SYL mundur atau tidak, jangan sampai beliau bilang terlanjur maju saja kan itu bisa juga terjadi, tapi tentu kita akan mendukung setiap langkah Pak SYL termasuk ketika akan tetap mengambil formulir pendaftaran nantinya,” kata Roem.

[NEXT-RASUL]

Ketika ditanya tentang arah dukungan SYL ketika mundur untuk menjadi calon ketua umum Golkar, Roem mengatakan belum pembicaraan arah dukungan akan diberikan kepada siapa. Yang pasti, kata Roem, dukungan nantinya akan diberikan kepada salah satu dari calon ketua umum yang telah melakukan pertemuan dengan SYL di Makassar.

“Kalau itu belum pi ada pembicaraan, yang jelas jika Pak SYL benar-benar mundur maka Pak SYL tentu akan memberi dukungan pada salah satu calon ketua umum yang sebelumnya pernah menemui Pak SYL di Makassar,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, ada empat bakal calon ketua yang pernah menamui SYL di Sulsel. Diantaranya Setya Novanto, Ade Komaruddin, Aziz Syamsuddin, Airlangga Hartarto dan Mahyuddin.

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Soppeng, Kaswadi Razak mengatakan sudah berkomitmen untuk mendukung SYL pada Munaslub mendatang. Oleh karena, itu kata dia, tidak akan ada yang berubah dari komitmennya sebab hal tersebut sudah menjadi prinsipnya.

“Saya sudah berkomitmen untuk mendukung Pak SYL pada Munaslub, dan komitmen itu tidak pernah berubah,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang arah dukungan ketika SYL tidak akan maju pada Munaslub mendatang, Bupati Soppeng yang terpilih pada Pilkada serentak 2015 lalu itu mengatakan tidak ingin berandai-andai pada perihal tersebut. Menurutnya, ia hanya akan tetap menunggu perintah SYL.

[NEXT-RASUL]

“Itu kan masih wacana, dan saya tidak ingin berandai-andai apakah pak SYL mundur atau tidak, yang jelas ketika memang Pak SYL mundur maka tentu kita akan tetap menunggu perintah untuk mengarahkan dukungan pada siapa,” terangnya.

Senada dengan Kaswadi Razak, Ketua DPD II Golkar Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengatakan tetap konsisten akan mendukung SYL. Adapun ketika SYL tidak maju pada Munaslub, ia akan melihat perkembangannya dan menunggu perintah SYL.

“Saya tetap konsisten mendukung SYL maju pada Munaslub, jika memang Pak SYL mundur untuk bertarung tentu kita akan melihat perkembangannya dan menunggu perintah Pak SYL selanjutnya,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) Golkar, Idrus Marham yang juga merupakan salah satu calon ketua umum Golkar menyarankan agar SYL tidak mundur sebelum bertarung di Munaslub hanya karena persoalan mahar politik. Ia menilai, sejauh ini SYL telah mendapatkan dukungan pemilik suara DPD I dan II se-Indonesia.

“Belum munas kok sudah mau mundur, maju sajalah, Pak Syahrul jangan mundur biar rama-ramai kita di munaslub,” ucapnya.

Sementara Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Firdaus Muhammad, menuturkan, batalnya SYL untuk maju di Munaslub mendatang sangat merugikan dirinya sebagai kader senior di Partai Golkar.

[NEXT-RASUL]

Pasalnya, secara individu Golkar Sulsel telah menghabiskan biaya yang cukup banyak namun tidak menghasilkan dengan baik.

“Tentu merugikan baik masa depan karir politik pak SYL secara personal juga Golkar Sulsel yang telah habiskan biaya hampir miliaran tapi hasilnya nihil. Sejatinya pak SYL sebagai petarung politik yang klaim tidak pernah kalah, sejatinya lebih dini menimbang peluangnya seperti saran Ichsan YL,” tuturnya.

Firdaus menambahkan, jika arah dukungan SYL lebih baik di Ade Komaruddin. “SYL lebih realistis arahkan dukungan pada Ade Komaruddin tapi sebaiknya dengan bargaining position sebagai waketum atau sekum,” jelasnya. (E)


div>