SELASA , 18 DESEMBER 2018

SYL Resmikan Gedung Serbaguna Wisma Negara

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Rabu , 02 Agustus 2017 17:52
SYL Resmikan Gedung Serbaguna Wisma Negara

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melihat maket kawasan Center Point of Indonesia (CPI) saat setelah melakukan Soft Launching Gedung Serbaguna Wisma Negara Rabu (2/8). Foto : ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan Soft Launching Gedung Serbaguna Wisma Negara di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Rabu (2/8).

SYL dalam sambutannya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, karena untuk pertama kalinya karena bagian dari Wisma Negara itu bisa digunakan.

“Kita bersyukur karena Gedung Serba Guna Wisma Negara ini sudah bisa kita gunakan untuk pertama kalinya, kita soft launching dan menjadi saksi sejarah pengabdian bersama untuk kepentingan Indonesia khususnya Sulsel,” kata SYL di awal sambutannya.

Pembangunan Gedung Serbaguna Wisma Negara oleh SYL dikatakan memiliki dimensi lain selain pembangunan proyek fisik, yaitu pembangunan peradaban Indonesia.

Wisma Negara ini oleh SYL disebut sebagai Karebosi, Benteng Rotterdam atau Pantai Losari baru.

Rencanaya, Gedung Serbaguna ini akan digunakan dalam sebuah hajatan nasional berskala nasional yakni pelaksanaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2017 pada 10 Agustus mendatang.

Namun, untuk peruntukan umum, mantan Bupati Gowa tersebut menyebutkan akan dibuat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

[NEXT-RASUL]

Wisma Negara ini awalnya menggunakan APBN namun mengalami perubahan sehingga pihak swasta dilibatkan.

“APBN kita bersoal, walaupun sudah dicanangkan oleh Presiden SBY waktu itu. Kita juga semangat, tetapi pemerintah mendahulukan tempat lain. Akhirnya pemerintah pusat mengizinkan kerjasama dengan pihak swasta,” tutur SYL.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang, menerangkan, Proyek Wisma negara tersebut dimulai dengan sayembara. Perencanaan tahun 2014 dan pelaksanaan tahun 2015 sampai 2016 dengan menggunakan total biaya Rp. 109 miliar

“Tahun 2017 dilanjutkan dengan pekerjaan pagar keliling plus gerbang, drainase, site development dengan dana Rp. 28 miliar,” ujarnya.

Gedung serba guna tersebut merupakan bagian dari wisma negara yang berdiri diatas kawasan tanah tumbuh di CPI Makassar dengan luas total bangunan wisma negara 31.432 meter. Yang terdiri dari gedung serbaguna dan bangunan utama dengan luas lahan 5,2 ha

“Gedung serbaguna ini luasnya 76×40 meter dengan luas basement yang bisa menampung 200 mobil. Dilengkapi sound sistem, ac, genset, sistem pengelolaan limbah dan air kotor, water tank, cctv, alarm, penangkal petir, gudang, kantor pengelola dan ruang parkir,” tutupnya.

Sekedar diketahui, Gedung Serbaguna ini memiliki luas bangunan 76 X 40 meter, luas basement 3.040 meter persegi dan luas lantai satu 3.040 meter persegi.

[NEXT-RASUL]

Gedung serbaguna ini berada di kawasan CPI. Selain itu terdapat beberapa bagian lainnya sedang dan akan dibangun: New City Centre (pusat kota baru), outdoor museum, Mesjid 99 Kubah, Monumen/Plaza Negara, kantor pemerintahan, parks (taman), commercial/mixe used (pusat bisnis), dan risidence (pemukiman).


div>