MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

SYL Tetap Tolak Mahar Politik

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 29 April 2016 11:22
SYL Tetap Tolak Mahar Politik

DEWI/RAKYATSULSEL TOLAK POLITIK UANG. Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat menjadi pembicara di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), di Hotel Tasneem Yogyakarta, Kamis (28/4).

YOGYAKARTA,RakyatSulsel.com – Sterring Committe (SC) Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar telah menetapkan adanya uang pendaftaran Calon Ketua Umum (Caketum) Golkar senilai Rp1 miliar per calon. Namun, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang juga akan bertarung di Munaslub Golkar, tetap menolak adanya mahar politik.

“Saya belum dapat informasi resminya soal biaya pendaftaran sebesar Rp1 miliar ini. Tapi, saya secara pribadi tetap menolak adanya mahar politik. Kita jangan sampai melegitimasi hal-hal seperti itu,” kata Syahrul, saat menjadi pembicara di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), yang dilaksanakan di Hotel Tasneem Yogyakarta, Kamis (28/4).

Di hadapan pengurus KPPG se Indonesia, Syahrul menyampaikan, Munaslub yang akan digelar 23 Mei nanti di Bali, merupakan momentum yang sudah ditunggu seluruh kader Golkar. Golkar sebagai partai yang memiliki infrastruktur yang lengkap, menjadikan Munaslub sebagai momentum yang menarik dan dinamis.

“Semua kandidat boleh bersaing, tapi jangan sampai keluar dari konteks kebersamaan. Tapi, saya berharap, Munaslub ini membangun konsolidasi yang adil dan bermartabat,” ujarnya.

Syahrul pun meminta agar KPPG yang diisi aktivis-aktivis perempuan bisa bersuara lantang agar Munaslub benar-benar bisa menjadi ajang rekonsiliasi Partai Golkar, dan tidak ada serpihan lagi. “Tujuan kita bukan hanya untuk jadi ketua umum, bukan hanya mau menjadi pengurus, atau mengamankan posisi. Tapi, mengembalikan marwah Partai Golkar,” terangnya.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini menyatakan, Partai Golkar adalah partai besar sehingga kebijakannya menjadi patron politik. Karena itu, Munaslub harus menjadi penentu apakah Golkar ini akan menjadi partai besar atau kembali menjadi partai kecil.

[NEXT-RASUL]

“Saya minta maaf, tapi saya tidak akan maju kalau harus pakai bayar-bayaran. Itu artinya, kita melegitimasi isu-isu selama ini. Kalau mau jadi bupati, anggota DPR, harus bayar. Kita buktikan, kalau partai ini tidak dikendalikan oleh uang, tetapi oleh manajemen dan sistem,” imbuhnya.

Pada Rakornas KPPG yang turut dihadiri Fadel Muhammad tersebut, Syahrul juga meminta agar Fadel Muhammad turut mengawal persoalan tersebut. “Pak Fadel, tolong dikawal hal ini. Jangan kita melegitimasi hal-hal seperti itu, bayar-bayaran untuk jadi pemimpin. KPPG juga harus bersuara lantang soal masalah ini,” kata Syahrul. (dwi)


div>