SELASA , 22 MEI 2018

Syukur Bijak: Hargai Asas Praduga Tak Bersalah

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 06 September 2012 09:41
Syukur Bijak: Hargai Asas Praduga Tak Bersalah

Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak

Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak

RAKYAT SULSEL . PALOPO – Pasca pemeriksaan Bupati Luwu Andi Mudzakkar oleh penyidik Polres, Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak angkat bicara. Ketua Partai Demokrat Luwu ini mengaku, menyayangkan adanya kasus pengangkatan 32 Sekretaris Desa menjadi PNS yang saat ini tengah diproses secara hukum di Kepolisian Resor (Polres) Luwu. Namun dirinya tetap menghargai asas praduga tak bersalah.

Menurutnya, kasus ini telah mencoreng nama Kabupaten Luwu. Meskipun begitu, Siku, sapaan akrab Syukur Bijak, mengaku menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke pihak Polres Luwu untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Kasus ini kan sudah diproses di tangan kepolisian, jadi kita serahkan sepenuhnya kasus ini untuk diselidiki,” ujar Siku saat dihubungi Rakyat Sulsel, Rabu (5/9) kemarin.

Terkait pemanggilan Bupati Luwu, Andi Mudzakkar, oleh penyidik kepolisian, Siku menilai jika dirinya tetap menghargai asas praduga tak bersalah. “Apalagi pak Bupati dipanggil sebagai saksi, jangan kita memperlakukan dia seolah-olah sudah menjadi tersangka, kita hargai proses hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, Cakka yang disapa Andi Mudzakkar, diperiksa oleh penyidik Mapolres Luwu atas kapasitasnya sebagai Bupati Luwu terkait pengangkatan 32 Sekdes menjadi PNS.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 34 tersangka,  terdiri dari 32 Sekdes yang terangkat karena diduga telah melakukan beberapa pelanggaran, termasuk pemalsuan dokumen.

Selain ke 32 sekdes tersebut, Polres Luwu juga telah menetapkan tersangka  Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Lukman, dan salah satu stafnya.

Hingga berita ini diturunkan, orang nomor satu di Bumi Sawerigading itu, belum ada penyataan pasacpemeriksaannya dalam kasus tersebut. Begitu pula pesan singkat yang dikirim tidak dibalas.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol  Pemkab Luwu, Anwar Usma, mengatakan, hingga saat ini Pemkab Luwu belum menentukan langkah hukum apa yang akan diambil terkait kasus tersebut. Terlebih lagi, Bupati Luwu saat ini tengah memiliki kesibukan yang sangat padat.

“Belum jelas langkah hukum apa yang akan diambil pak Bupati. Karena setelah pemeriksaan saya juga belum pernah bertemu. Beliau sangat sibuk sebagai kepala daerah,” ujarnya. (k14/dj/C)


Tag
div>