JUMAT , 20 JULI 2018

Syukur Tak Terbatas

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 12 Januari 2016 12:30
Syukur Tak Terbatas

Prof Dr Darussalam Syamsuddin. MAg

Berawal dari nikmat dan karunia Tuhan kepada makhluk-Nya yang tak terbatas, lalu diperhadapkan kepada realitas orang yang memiliki keterbatasan atau kekurangan dalam berbagai aspek. Masihkah dapat kita katakan bahwa setiap orang harus belajar untuk bersyukur. Hidup ini tidaklah selamanya mudah, dalam perjalanan seringkali kita diperhadapkan dengan keinginan dan kepentingan yang berbeda, terutama yang berorientasi duniawi.

Tidak seorang pun yang ingin menjadi pemulung, penarik becak, buruh bangunan dan semacamnya. Adalah wajar apabila orang ingin menjadi pengusaha sukses, menteri, artis atau aktor kenamaan, pengacara dan mubaligh kondang, bahkan jadi presiden. Semuanya menbutuhkan kesadaran akan kapasitas diri yang kita miliki.

Kenyataan seperti apa yang kita alami sekarang patut untuk diterima dan disyukuri, kemudian berusaha untuk menabur manfaat kepada sesama karena hal itu tidak pernah tertutup. Kita tidak harus menjadi danau untuk memberi minum orang satu kampung, cukup menjadi pancuran kecil untuk menghilangkan dahaga beberapa orang. Untuk membantu orang lain kita tidak harus kaya raya, meringankan beban orang yang terhimpit masalah juga sudah cukup. Berbuat baik tidak harus berskala besar dan luas, tidak melakukan sesuatu keburukan sudah sangat memadai.

Ustad Jalaluddin Rahmat menulis bahwa ada doa Ali Zainal Abidin, cucu Rasulullah yang mulia: “Ya Allah, saya tidak tahu mana yang harus aku syukuri di antara sehat dan sakitku? Mana di antara kedua waktu itu yang paling patut aku sampaikan pujian kepada-Mu? Apakah waktu sehat ketika Engkau senangkan aku dengan rezeki-rezeki-Mu yang baik dan Engkau giatkan aku dengan rezeki itu untuk memperoleh ridha dan karunia-Mu dan Engkau kuatkan aku untuk melaksanakan ketaatan pada-Mu? Atau waktu sakitku ketika Engkau bersihkan dosaku dan meringankan dosa-dosa yang memberati punggungku, menyucikan diriku dari liputan kesalahan, mengingatkan daku untuk bertobat kepada-Mu, dan menyadarkan aku untuk menghapuskan kekhilafan dalam melalaikan syukur atas nikmat-Mu”.

Dengan doa seperti ini berarti bukan hanya dalam keadaan sehat lalu kita bersyukur, tapi dalam keadaan sakit pun kita diharapkan tetap bersyukur. Ketika Salman al-Farisi sakit, Nabi berwasiat kepadanya: “Sesungguhnya ada tiga hal yang menjadi kepunyaanmu di dalam sakit. Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah swt. Dan doamu diijabah oleh Allah, penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu. Semoga Dia menggembirakan kamu dengan kesehatan sampai ajalmu datang.”

Di ujung wasiat Nabi berusaha menghibur dan mendoakan Salman dengan mengatakan “ semoga Allah menyenangkan kamu dengan kesehatan sampai ajalmu datang”. Hal ini mengandung maksud bahwa meskipun dalam sakit itu ada pahala dan keutamaan, namun seseorang tidak boleh mencari-cari supaya dia sakit atau ketika dia sakit membiarkan dirinya tidak ke dokter. Kalau pun satu saat kita sakit, maka kita mesti mengingat wasiat Rasulullah kepada Salman. Gunakanlah kesempatan untuk memperbanyak zikir kepada Allah ketika kita sakit.

Demikian pula halnya ketika sehat, jangan sampai kita kehilangan kesempatan untuk bersyukur karena sibuk menggunakan keadaan sehat, dan lupa untuk memohon ampun kepada Allah. Boleh jadi keadaan seperti itu menyebabkan doa-doa kita tidak terijabah, punggung kita pun semakin berat oleh kesalahan-kesalahan yang tidak diampuni. Di bagian lain sabdanya Rasulullah berpesan bahwa sakit akan menghapus dosa-dosa kita, baik sakit yang ringan hingga sakit berat yang menyerang tubuh kita bertahun-tahun lamanya.

Bahkan ada orang yang sakit terus menerus di ujung hayatnya, tidak perlu merasa sedih. Boleh jadi ketika masih sehat, dia hampir tidak pernah berzikir kepada Allah. Mungkin waktu mudanya lebih banyak lupa dari pada ingat kepada Allah, sebenarnya yang demikian ini masih merupakan kasih sayang Allah kepadanya sekiranya memanfaatkan kesempatan untuk memperbanyak zikir kepada Allah. Kalau ada sesuatu belum sesuai dengan keinginan kita, boleh jadi hal itu justru yang terbaik buat kita. Karena rumus Tuhan tidak selalu dapat kita pahami dengan baik.


Tag
div>