MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Tahan Hasil Rapat Pleno KPU, Netizen Kecam DPRD Barru di Facebook

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Sabtu , 06 Februari 2016 17:43

BARRU,RAKYATSULSEL.COM – Setelah terungkap DPRD belum memproses hasil rapat pleno KPU yang menetapkan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) sebagai bupati dan wakil bupati terpilih, para wakil rakyat itu terus menjadi bulan-bulanan masyarakat di media sosial (medsos) Facebook.

Tidak sedikit yang menilai, ketidakpahaman DPRD tentang proses pengajuan berkas bupati dan wakil bupati terpilih, diduga sengaja dilakukan untuk menghambat pelantikan Idris-Suardi. Apalagi Ketua DPRD Barru Andi Nurhudaya Aksa merupakan ibu dari Andi Salahuddin Rum yang tak lain pasangan Malkan Amin di Pilkada 2015.

Berdasarkan penulusuran di media sosial, seperti facebook, para netizen mem-bully “otak” yang menghambat proses pelantikan. Sebagian menilai, tindakan itu membuat malu masyarakat Barru. “Bikin malu orang Barru saja,” tulis Sandro Jangkae menanggapi link berita di media online, terkait belum diserahkannya pengajuan pelantikan ke pemerintah.

Selain itu, netizen lainnya juga menganggap bila di DPRD Barru sedang gawat. “Aduh…aduh…aduh…gawat…gawat… Kredibilitas apa? Bisa-bisa masyarakat tidak percaya sama anggota dewan. Danger…danger…Kayak tong apa dich…! ih… menyebalkan,” tambah Nanna Halide.

Begitu juga kecaman yang dilontarkan akun bernama Makbal Ashari. “Apa massu’na itu.. AIS dipilih oleh rakyat. DPRD (orang2) juga dipilih rakyat. Jadi dia seharusnya tidak menahan berkas AIS karena dia perpanjangan tangan dari rakyat. Semoga mereka sadar siapa yang memilih mereka,” kecamnya.

Kecaman lebih keras disampaikan Maqbul Syarif. Menurutnya, sikap DPRD sudah melampaui batas. “Pecat saja itu anggota DPRD yang tidak mau tandatangani hasil penetapan. Wakil rakyat jangan berpihak,” katanya.

Mengenai alasan DPRD melakukan konsultasi, sebagian netizen menganggap hanya akal-akalan semata. Mengingat, Mendagri sudah mempertegas akan melantik secara serentak bupati dan wakil bupati terpilih yang proses pilkadanya tidak lagi berpekara di mahkamah konstitusi, termasuk kepala daerah yang menyandang status tersangka.

“Agapi elo na konsultasikan. Eloto yaseng DPR na Barru,” sindir Muhammad Azwar, sembar netizen lainnya menulis,” Konsultasinya terlambat…Kenapa bukan dari kemaren2, jauh sebelum KPU menetapkan bupati dan wakil bupati. Wajarlah kalau masyarakat Barru bertanya-tanya mungkin anu,” tambah Dedyutamandar.

Selain mengecam sikap DPRD yang disebut-sebut “digawangi” Andi Nurhudaya Aksa, para netizen juga memberikan support sekaligus menyampaikan rasa simpatinya ke Idris Syukur-Suardi Saleh yang dinilai tak henti-hentinya dibuatkan masalah.

“Astagfirullah…Sabar puang (Idris) semua pasti ada hikmahnya. Kami rakyat ta yakin you are the best and alwasy with you puang,” kata Ghozaliridwan Ghozali menanggapi status yang ditulis Andi Idris Syukur di facebooknya yang berisi pesan untuk saling mendoakan.

“Insya Allah seharusnya dan secepatnya puang Andi Idris Syukur ditetapkan dan dilantik menjadi bupati Barru. Allahu Akbar,” tulis netizen lainnya, Andi Bunga Mappanganro, sembari ditambahkan netizen lainnya yang mendoakan Idris-Suardi untuk selalu sabar menghadapi setiap ujian.


div>