MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Tahanan Polisi Tewas Tidak Wajar, Warga Datangi Mapolres Bulukumba

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 22 Maret 2017 15:47
Tahanan Polisi Tewas Tidak Wajar, Warga Datangi Mapolres Bulukumba

Ratusan warga Desa Tibona, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba bersama sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi demo di depan Mapolres Bulukumba, Rabu (22/3). foto: salahuddin/rakyatsulsel.

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Ratusan warga Desa Tibona, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba bersama sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi demo di depan Mapolres Bulukumba, Rabu (22/3). Demo yang memprotes kematian tidak wajar tahanan polisi, Syamsuddin, membuat macet ruas jalan Bulukumba-Sinjai.

Ketua Himpuna Mahasiswa Islam (HMI) Bulukumba, Fajar, meminta pertanggungjawaban polisi terkait kematian tidak wajar tahanan polisi. HMI mendesak mengusut pelaku penganiayaan tahanan polisi.

Kapolres Bulukumba, AKBP Kurniawan Affandi, menegaskan, akan mengusut dugaan penganiyaan terhadap tahanan tersebut.

Usai menggelar aksi di depan Mapolres Bulukumba, demonstran bergerak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sultan Daeng Radja, Bulukumba. Demonstran mempertanyakan kematian tahanan polisi dan meminta hasil visum.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Bulukumba, dr Radjab, mengatakan, sejauh ini belum ada permintaan visum dari polisi. Pihak Rumah Sakit bisa mengeluarkan visum asal ada permintaan. Bahkan lebih dari itu, dokter juga bisa melakukan otopsi terhadap mayat korban asalkan ada permintaan. (***)


div>