RABU , 22 AGUSTUS 2018

Tahap Awal Pembangunan Bandara Buntu Kuni, Pemprov Masih Butuh Rp409 Miliar

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 23 Juli 2018 14:00
Tahap Awal Pembangunan Bandara Buntu Kuni, Pemprov Masih Butuh Rp409 Miliar

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Proses pembangunan proyek Bandara Buntu Kuni di Tana Toraja hingga saat ini belum rampung.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar mengatakan, pembangunan Bandara Buntu Kuni membutuhkan biaya lebih besar ketimbang wilayah lainnya.

Menurut Ilyas, Pemprov masih butuh Rp409 miliar biaya penyelesaian untuk tahap pertama. Termasuk, runway dan terminal. Ia berharap, penganggaran bisa dicantumkan dalam APBN 2019. “Itu untuk tahap awalnya,” ujarnya.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono mengaku telah menyurat ke Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, untuk segera melanjutkan kembali akses penerbangan ke Toraja. Akses itu meliputi lanjutkan perbaikan Bandar Udara (Bandara) Buntu Kuni yang terletak di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja (Tator).

Hal itu diakui Sumarsono, Minggu kemarin sepulang dari Tator menghadiri hari ulang tahun yang ke 10 untuk kabupaten dikenal penghasil kopi arabika tersebut.

“Dari sana, saya dalam rangka hadiri ultah, satu menit saat sampai di Makassar, saya langsung bersurat resmi kepada Menteri Perhubungan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak di Toraja, dirinya selalu membahas perbaikan sarana transportasi via udara tersebut. “Dari tadi malam hingga pagi membahas hal ini. Dan saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan dan repsonnya positif,” tambahnya.

Menurtnya, jawaban positif dari Menteri Budi Karya tersebut memberi signal kepada daerah dengan wisata budaya yang mempu mencuri dunia tersebut. “Pak Menteri Perhubungan menjawab, siap akan kita kawal dan tindak lanjuti dalam waktu dekat ini,” bebernya.

Sumarsono berharap dalam sebulan hal itu bisa direalisasikan. Bahkan jika rutenya sudah siap maka ia ingin menjadi penumpang pertama yang ikut penerbangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Sulsel, Musaffar Syah, mengatakan, masih kesulitan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik.

Aksesibilitas atau tingkat kemudahan mengakses destinasi pariwisata di Sulsel, dinilai menjadi kendala besar bagi disbudpar untuk mengeksplor pariwisata.

“Bandaranya sekarang bagaimana kabarnya kita tidak tahu, perluasan jalan dari Luwu Palopo ke Toraja sepanjang 50 kilo itu bagaimana?, Kalau itu semua rampung Insya Allah pariwisata Sulsel akan maju,” ujar Musaffar.

Minimnya aksesibilitas ini, lanjut Musaffar juga menjadi faktor kekalahan pariwisata Provinsi Sulsel dibanding provinsi lainnya. “Kita kalah dengan daerah lain karena jarak tempuhnya. Seandainya jarak tempuhmya bagus alam kita tidak kalah,” pungkasnya. (*)


div>