SELASA , 18 DESEMBER 2018

Tahun 2016, 1630 Warga Pinrang Suspek TBC

Reporter:

dedi

Editor:

Minggu , 11 Desember 2016 12:43
Tahun 2016,  1630 Warga Pinrang Suspek TBC

Ilustrasi

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Sub-Sub Recipient Aisyiyah Kabupaten Pinrang, meliris data penderita Myctobacterium Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Pinrang, sejak Januari hingga November 2016.

Kordinator Sub-Sub Recipient (SSR) Aisyiyah Kabupaten Pinrang, Nurhayati Haruna, memaparkan, sebanyak 1630 orang suspek dan 243 orang Case Notification Rate (CNR) atau Angka Notifikasi Kasus, yang dinyatakan positif TBC sejak bulan Januari hingga November tahun 2016.

Dia menyebutkan, pada bulan Januari jumlah suspek sebanyak 129 dan CNR sebanyak 26. Untuk bulan Februari jumlah suspek sebanyak 110 dan CNR sebanyak 15. Adapun pada bulan Maret, jumlah suspek sebanyak 149 dan CNR sebanyak 18.

Untuk bulan April, lanjut dia, jumlah suspek sebanyak 176 CNR sebanyak 36 orang. Sedangkan, untuk bulan Mei jumlah suspek sebanyak 195 dan CNR sebanyak 30. Adapun pada bulan Juni jumlah suspek sebanyak 144 dan CNR sebanyak 20.

“Pada bulan Juli sempat terjadi penurunan jumlah suspek yang hanya mencapai 118, begitupun dengan CNR dengan jumlah 17,” katanya.

lebih jauh Nurhayati menjelaskan, pada bulan Agustus, jumlah suspek sebanyak 119 dan CNR sebanyak 23. Sementara, pada bulan September jumlah suspek sebanyak 110 CNR sebanyak 15.

“Kenaikan kembali terjadi pada bulan Oktober dengan jumlah suspek mencapai 179 dan CNR sebanyak 26. Begitupula pada bulan November yang jumlah suspek mencapai 201 CNR dan sebanyak 17,” jelasnya.
[NEXT-RASUL]
Dia mengungkapkan, temuan suspek penderita penyakit menular melalui udara ini ditemukan, pada¬† saat para kader TBC mendatangi rumah warga secara door to door. “Kader TBC memang intens mengunjungi rumah warga melakukan pendeteksian terhadap penderita TBC,” ujarnya.

Menurutnya, untuk upaya dan langkah yang dilakukan oleh SSR Aisyiyah, melakukan penanggulangan terhadap penyakit yang umumnya menyerang paru-paru ini, di antaranya melakukan penyuluhan, dan menggalang partisipasi masyarakat, untuk bersama sama menanggulangi penyakit tersebut.

“Kami akan upayakan supaya penyakit ini tidak menyebarluas dan penderitanya semakin menurun,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, suspek dan penderita penyakit ini, pihaknya juga melakukan pendampingan makan obat, hingga penderita tersebut dinyatakan sembuh. Adapun langkah-langkah lainnya, lanjut dia, seperti kampanye penanggulangan penyakit TBC melalui poster, spanduk dan lain aksi sosial.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penyembuhan terhadap penderita, di samping kami terus melakukan suspek,” tutupnya.


div>