MINGGU , 20 JANUARI 2019

Tahun 2018, Korupsi di Bantaeng Rugikan Negara Rp 550 Juta, Benarkah ?

Reporter:

Iskanto

Editor:

Rabu , 09 Januari 2019 09:46
Tahun 2018, Korupsi di Bantaeng Rugikan Negara Rp 550 Juta, Benarkah ?

Kasi Intel Kejari Bantaeng, Budi Setyawan

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng telah menangangi sejumlah kasus dugaan korupsi pada tahun 2018.

“Kasus korupsi yang kami sidangkan tahun 2018 ada dua, tersangkanya ada lima. Tersangka yang kami sidangkan sudah ada dua orang, tiganya rencana kami akan limpahkan ke Tipikor awal tahun 2019,” ujar Kasi Intel Kejari Bantaeng, Budi Setyawan, Selasa (8/1).

Salah satunya yang belum dilimpahkan adalah mantan Sekda Bantaeng atas nama Abdul Gani yang berkasnya saat ini sedang dalam proses dilengkapi.

“Untuk target tahun ini, kalau yang dianggarkan di DIPA untuk penyelesaian perkara dalam penyidikan hanya satu. Walaupun hanya satu, kemarin itu sudah melampaui capaian, ” terangnya.

Kerugian negara yang dialami pada kasus di Dinas Perikanan dan Kelautan sebanyak Rp 350 juta. Sedangkan pengelolaan dana BOS di MTS Muta’alim, Kecamatan Tompobulu itu sebesar Rp 200 juta. Totalnya kerugian negara sebesar Rp 550 juta. Kedua kasus ini menurutnya telah selesai.

” Di perkara Dinas Kelautan dan perikanan sudah ada pengembalian sebesar Rp. 70 juta itu dari terdakwa atas nama Asdar Bin Zainuddin dan pembayaran denda sebesar Rp. 50 juta. Pengembalian itu tidak meringankan hukuman, paling nanti tidak dijalani subsidernya saja. Kemudian berkas Mantan Sekda Bantaeng secepatnya dilimpahkan ke pengadilan Tipikor,” ungkapnya. (jet)


div>