SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Tahun 2020 Bandar Udara Lama Maros Berstatus Internasional

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Muh Sophian AS

Jumat , 24 November 2017 17:54
Tahun 2020 Bandar Udara Lama Maros Berstatus Internasional

Bandara Lama Sultan Hasanuddin. int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Bandar Udara (Bandara) Lama Sultan Hasanuddin di Maros akan dikembangkan menjadi terminal khusus melayani penerbangan internasional, haji, umroh, dan pesawat carteran.

Hal itu, diungkapkan Kepala Departemen Penjualan PT Angkasa Pura (AP) I, Iwan S Libere. Menurutnya sebelum berubah status menjadi bandara internasional, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan kajian secara matang, yang bertujuan untuk mengefesienkan waktu pengerjaan dalam hal peningkatan sarana prasarana bandara. “Tahun 2020 kita akan bangun terminal baru, bandara lama akan kita kembangkan khusus untuk penerbangan internasional, haji, umrah, dan pesawat carter, kenapa tahun 2020 supaya kita mau ini semua matang,” kata Iwan yang ditemui di Makassar, Jumat, (24/11)

Sementara Bandara Sultan Hasanuddin yang saat ini beroperasi, kata Iwan, akan digunakan khusus untuk penerbangan domestik saja. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan estimasi anggaran pengembangan bandara lama, yang direncanakan sepenuhnya ditanggung pihak Angkasa Pura I. “Nominalnya belum bisa kami sampaikan, yang pastinya besar,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pengembangan bandara lama tersebut dilakukan mengingat besarnya jumlah jamaah umrah yang berangkat ke Arab Saudi dari Kota Makassar. “Jumlah jamaahnya memang sangat besar, apa lagi kita diberi jatah tidak terbatas untuk memberangkatkan jamaah umrah dari Makassar,” jelasnya.

Nantinya, bandara tersebut juga akan memfasilitasi jamaah umrah dan haji yang berasal dari Kawasan Timur Indonesia. “Jadi kalau dulu lewat Surabaya atau Jakarta, kita fasilitasi dari Makassar saja,” ujarnya.

Beberapa penerbangan internasional yang langsung ke Jeddah, kata dia, juga sudah masuk ke Makassar, seperti Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. “Bandara tersebut akan memiliki kapasitas hingga lima juta penumpang pertahun,” ujarnya. (*)


div>